DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 12:25 WIB

Soal Densus Tipikor, KPK: Asal Tangkap Tikus Tanpa Rusak Lumbung

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Soal Densus Tipikor, KPK: Asal Tangkap Tikus Tanpa Rusak Lumbung Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) mencuat. Pro kontra pun muncul terkait pembentukan Densus Tipikor itu.

Namun, KPK tidak ambil pusing. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan fokus terpenting adalah tentang korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang perlu diberantas bersama secara masif.

"Sebaiknya fokus saja di isu extra ordinary crime-nya dengan luasnya wilayah kita perlu banyak resources dan seterusnya," kata Saut kepada detikcom, Rabu (18/10/2017).

Saut menganalogikan pembentukan Densus Tipikor seperti kucing yang menangkap tikus di suatu lumbung padi. Saut menyebut apapun jenis kucingnya tidak jadi masalah, asalkan bisa menangkap tikus tanpa merusak lumbung padi.

"Mengejar penjahat itu soal leadership dan bila dikombinasikan model dari beberapa negara lain, bolehlah sekali-sekali melirik idiom 'apapun jenis kucingnya, kalau bisa menangkap tikus tanpa merusak lumbung padi, kenapa tidak?'," kata Saut.

Meski begitu, Saut mengatakan pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini bukan hanya tentang perlu tidaknya dibentuk Densus Tipikor. Yang terpenting, menurut Saut, perbaikan dalam segi aturan dan juga penegak hukumnya.

"Tapi sekali lagi, ini soal pilihan tanpa densus atau pakai saja struktur yang ada sekarang juga bisa. Sebut saja unit apa begitu namanya dengan perbaikan resources, dana, SDM, peralatan, metode, dan nilai-nilai, hukum acara, posisi KPK, jaksa, perbaikan sejumlah UU Tipikor, atau misalnya masih sama dengan yang sekarang bisa juga," kata Saut.

"Ini soal pilihan, nggak perlu debatnya dipanjangin. Jadi kalau bisa meyakinkan bakal proven nangkap tikus, itu keren. Jalan saja," sambung Saut.

Saut pun tak lupa tentang kesejahteraan para aparat penegak hukum. "Tapi jangan lupa naikkan juga gaji semua para jaksa tentunya dan semua polisi, hakim juga. Sambil kita benahi penanaman nilai-nilai egalitariannya secara bertahap," ucap Saut.

"Lagi-lagi ini soal leadership. Kalau mau melakukan inovasi itu membangun daya saing namanya. Dalam banyak hal, jelas KPK perlu diajak bersaing dan kerja sama. Tapi kalau kerja sama saja bisa karatan juga dua-duanya. Itulah yang dimaksud check and balances sebenarnya," imbuh Saut.


(nif/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed