DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 11:40 WIB

Pesan Fahri Hamzah untuk Anies-Sandi: Jangan Dendam ke Ahok

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Pesan Fahri Hamzah untuk Anies-Sandi: Jangan Dendam ke Ahok Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Lamhot Aritonang/detikcom)
FOKUS BERITA: Pelantikan Anies-Sandi
Jakarta - Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno segera dilantik menjadi Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober mendatang. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah punya segudang pesan untuk keduanya. Apa saja?

Fahri menyebut tugas pertama yang harus dilakukan Anies-Sandi setelah dilantik ialah menyatukan kembali warga Jakarta. Menurut Fahri, dinamika Pilkada DKI Jakarta kemarin masih membekas.

"Pertama-tama adalah dia tidak boleh partisan, warga DKI terpecah akibat Pilkada DKI, bahkan warga negara Indonesia terpecah akibat DKI. Sekarang datanglah dia sebagai milik semua orang, milik seluruh bangsa, nggak boleh dia partisan," kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Anies-Sandi, kata Fahri, harus kembali merajut persatuan di Jakarta. Fahri menyebut dua tokoh yang diusung Gerindra-PKS pada Pilkada DKI lalu itu mesti menjadi gubernur semua golongan di Kota Jakarta yang majemuk ini.

"Anies-Sandi harus mengobati semua luka yang kemarin muncul di pilkada dengan cara menyatukan kembali narasi, menyatukan kelompok yang terpisah. Bahkan kalau bisa, berkontribusilah meyakinkan bangsa Indonesia kalau kita tidak terpecah. Kita bersatu menghadapi masa depan dan khususnya Kota Jakarta," tutur Fahri.

Fahri juga menekankan soal mentalitas kepada Anies-Sandi dalam memimpin Jakarta. Jakarta, menurut dia, adalah kota yang 'keras' sehingga Anies-Sandi harus menjalankan kebijakan yang baik.

Kebijakan yang dimaksud Fahri termasuk meneruskan program yang sudah digalakkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang, menurutnya, sudah bagus. Selain itu, Fahri berpesan kepada Anies-Sandi agar tak menjadi pemimpin pendendam.

"Ambil yang positif dari yang pernah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya. Apa pun, Pak Ahok dan Pak Djarot itu punya nilai positif dalam bekerja dan hal positif yang dilakukan lanjutkan yang positif," ungkap Fahri.

"Nggak boleh jadi pemimpin yang punya dendam terhadap yang sudah lalu, seolah-olah mau menghapus yang sudah ada. Semua yang positif yang pernah dilakukan Pak Ahok dan Pak Djarot harus dilakukan dan diteruskan oleh Anies-Sandi, gitu lho," imbuhnya.

Jika Anies-Sandi menjalankan apa yang dipesankan itu, Fahri yakin Jakarta akan semakin baik ke depan. Fahri menyebut Anies-Sandi harus mampu move on dari ketegangan Pilkada DKI lalu.

"Saya kira dengan itu Jakarta punya harapan baru. Jadi tidak memunculkan ketegangan baru dan hal-hal yang simbolik dari masa lalu yang merupakan dinamika daripada ketegangan pilkada, hentikanlah," pesan Fahri.
(gbr/dkp)
FOKUS BERITA: Pelantikan Anies-Sandi
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed