DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 11:03 WIB

Berujung Penjara, Ini Cerita Pak Bupati yang Minta Pajero Sport

Andi Saputra - detikNews
Berujung Penjara, Ini Cerita Pak Bupati yang Minta Pajero Sport Bupati Barru Andi Idris Syukur (amang/detikcom)
Jakarta - Andi Idris Syukur kini menghuni penjara untuk 4,5 tahun ke depan. Bupati Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) 2010-2015 itu terbukti memeras Bosowa untuk menyerahkan Pajero Sport agar izin pertambangan keluar.

Sebagaimana dikutip dari berkasi salinan putusan MA, Jumat (13/10/2017), kasus bermula saat PT Bosowa Group akan membuka pabrik semen di Barru pada awal 2012. Langkah pertama, perusahaan mengutus Kepala Biro Direksi Bosowa Group, Muslim Salam menemui Andi Idris Syukur pada April 2012.

Muslim bertemu Andi Idris Syukur di kantornya ditemani Kepala Dinas Pertambangan. Kepada Andi Idris Syukur, Muslim menceritakan rencana investasi di Barru. Dari perbincangan itu, Muslim diberikan arahan proses perizinan dan teknisnya langsung dikoordinasikan ke jajaran SKPD terkait.

Bosowa Group melaksanakan proses perizinan dengan lengkap dan berkas selesai pada 24 Juli 2012. Siang harinya, rombongan Bosowa Group bertemu Bupati karena ada kunjungan pejabat Jakarta. Saat rombongan Bosowa Group pulang, Bupati Andi Idris mengantar hingga ke depan mobil.

"Bagus mobil yang kalian pakai semua (Pajero Sport). Saya juga mau mobil seperti ini yang akan saya pakai untuk naik gunung dan jalan-jalan yang sudah ditembus dengan mobil biasa," kata Bupati Andi Idris.

Setelah itu, Muslim terus menagih kapan izin keluar. Pada Agustus 2012, Muslim kembali menghadap Bupati Andi Idris untuk menanyakan Surat Izin Usaha Pertambangan (IUP) karena tidak kunjung keluar.

"Nanti, nanti...," kata Bupati Andi Idris kala ditagih.

Bupati Andi Idris lalu mengantar Muslim hingga ke depan mobil.

"Mana mobilnya?" tanya Bupati Andi Idris.

Mendapati hal itu, Muslim konsultasi ke pimpinan Bosowa Group. Tapi pihak Bosowa Group belum mengambil sikap dan menagih izin lagi sesuai aturan.

"Mana mobil yang diminta," kata Bupati Andi Idris lagi-lagi memeras Bosowa Group.

Akan hal itu, pihak Bosowa Group khawatir izin tidak dikeluarkan sehingga terpaksa memenuhi permintaan Bupati Andi Idris Syukur. Pada 25 Agustus 2012, tim dari Bosowa Group menemui Bupati Andi Idris Syukur di Kampus Unhas, Makassar usai reuni. Dalam pertemuan itu disampaikan Pajero Sport sudah siap dan bisa diambil di dealer.

Pada 26 Agustus 2012, suruhan Bupati Andi Syukur Idris datang ke dealer dan mengambil Pajero Sport. Belakangan Pak Bupati marah karena STNK masih atas nama orang lain.

"Balik nama dulu mobil tersebut ke atas nama istri saya," kata Bupati kepada Muslim, dengan janji memberikan izin.

Proses balik nama akhirnya selesai pada Oktober 2012 dan pada 9 Oktober 2012, izin pertambangan keluar. Atas proses izin yang diwarnai pemerasan itu maka pihak PT Bosowa Group melaporkan hal itu ke aparat. Bupati Andi Idris Syukur pun diadili.

Bupati Andi Idris Syukur dijerat pasal 12 huruf e UU Tipikor dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Pasal 12 huruf e berbunyi:

Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

Pada 1 Agustus 2016, jaksa menuntut Andi Idris Syukur dihukum 4,5 tahun penjara. Permohonan itu dikabulkan oleh Pengadilan Tipikor Makassar pada 22 Agustus 2016.

Tapi vonis itu dianulir Pengadilan Tinggi (PT) Makassar pada 6 Desember 2016. Andi Idris Syukur dinyatakan bebas murni dan hakim memulihkan harkat dan martabat Andi Idris Syukur.

Jaksa tak tinggal diam dan mengajukan kasasi dan dikabulkan.

"Menyatakan Terdakwa Andi Idris Syukur telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana Dakwaan Pertama Pasal 12 huruf e UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 dan tindak pidana pencucian uang, sebagaimana diatur dalam Dakwaan Kedua Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang," kata majelis hakim yang terdiri dari Artidjo Alkostar, Abdul Latief dan Syamsul Rakan Chaniago.

Oleh sebab itu, Andi Idris Syukur dihukum:

1. Pidana penjara 4,5 tahun.
2. Denda Rp 250 juta.
3. Bila tidak membayar denda, hukuman penjaranya ditambah 8 bulan.
4. Mengembalikan Pajero Sport kepada PT Bosowa Resources.

Setelah salinan putusan sampai ke jaksa, Andi Idris Syukur pun dijebloskan ke penjara.

"Tim jaksa pada Kejaksaan Negeri Barru dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah melaksanakan Putusan Mahkamah Agung Nomor 603K/PID.SUS/2017 terhadap Bupati Barru Andi Idris Syukur," ujar Kepala Kejati Sulsel-Bar Jan S Maringka, kepada detikcom, Kamis (12/10/2017).
(asp/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed