Kejari Jakbar Siap Antar 1.485 Barang Bukti Kasus yang Inkrah

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 12 Okt 2017 19:32 WIB
Kajari Jakbar Reda Manthovani (tengah) (Foto: dok pri)
Jakarta - Ada sebanyak 1.485 barang bukti yang sudah inkrah belum dikembalikan kepada pemiliknya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat. Hal ini membuat Kejari Jakbar membuat pelayanan sistem antar.

"Pada tahun 2017, ada beberapa barang bukti yang sudah inkrah tapi belum dikembalikan. 1461 barang non kendaraan dan 24 barang kendaraan," ucap Kajari Jakbar, Reda Manthovani, saat dihubungi detikcom, Kamis (12/10/2017).

Reda mengatakan, kebanyakan pemilik malas untuk mengambil barang bukti. Agar mempermudah masyarakat mengambil barang bukti, Kejari Jakbar membuat program layanan antar barang bukti.

"Jadi, pemilik barang bukti bisa mengakses website Kejari Jakbar. Kemudian menghubungi kontak WhatsApp yang ada di sana. Kemudian mengirim foto BAP, foto bukti kepemilikan, dan KTP pemilik. Setelah itu petugas akan antarkan ke alamat pemilik," kata Reda.

Tak hanya masyarakat yang meminta, pihak Kejari pun berusaha menghubungi pemilik barang bukti. Hal ini karena keberadaan barang bukti mempengaruhi penilaian lembaga mereka.

"Misalnya BPK periksa, kemudian melihat ini. Maka akan mengurangi penilaian. Hal ini mempengaruhi anggaran tahun depan," kata Reda.

Selain itu, ada masyarakat yang tidak mau menerima barang bukti. Hal ini terjadi kepada barang bukti yang berkaitan dengan pembunuhan atau asulisa.

"Misal kita akan mengembalikan barang bukti baju bekas pembunuhan. Ya itu kan membuka luka lama. Tapi, ya asal dia tanda tangan penerimaan, sudah," ujar Reda.

Program ini adalah program baru diadakan oleh Kejari Jakbar. Selain itu, ada program lain yang bersifat online seperti layanan COD tilang, kunjungan tahanan online, dan program lainnya.

"Alhamdulillah karena program-program itu, kita ditetapkan sebagai proyek percontohan pelayanan masyarakat berbasis website se-DKI Jakarta dari Kejati Jakarta," ucap Reda. (aik/jbr)