"Ya prinsipnya kan kita juga mendukung Polri dalam menegakkan hukum termasuk terkait dengan pemberantasan korupsi. Tapi mengenai anggaran detailnya saya kira biarlah itu menjadi domain dari Komisi III," ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).
Fadli menjelaskan biarlah hal tersebut dibicarakan di Komisi III sebagai mitra kerjanya. Namun ia menekankan pada prinsipnya mendukung setiap upaya penegakan hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pekerjaan besar yang juga melibatkan institusi-institusi lain termasuk Polri dan Kejaksaan Agung tentu saja juga KPK," lanjutnya.
Politikus Gerindra ini menekankan soal koordinasi antar institusi agar tidak ada tumpang tindih dengan yang lainnya. Karena pencegahan tindak pidana korupsi itu juga menjadi tugas Polri dan Kejaksaan selain KPK.
"Ya itu kan ada koordinasi diantara mereka, karena kan itu menjadi tugas utama juga dari Polri dan kejaksaan juga disamping KPK. Jadi perlu koordinasi," ucapnya.
Sebelumnya, Tito menjelaskan detail pembentukan Densus Tipikor dalam rapat bersama Komisi III DPR. Tito menjelaskan soal anggaran yang mencapai Rp 2,6 triliun hingga struktur Densus Tipikor.
"Total semuanya Rp 2,6 T. Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan KemenPAN-RB dan kedua sudah kami sampaikan ke Presiden pada saat paripurna dua bulan lalu dan beliau meminta kalau sudah ada konsep dipaparkan ke ratas. Kami ajukan surat permohonan paparan di ratas diikuti kementerian dan lembaga lainnya," kata Tito. (lkw/dkp)










































