Anwar Nasution Siap Serahkan 15 Anak Buahnya ke KPK

Anwar Nasution Siap Serahkan 15 Anak Buahnya ke KPK

- detikNews
Rabu, 25 Mei 2005 14:42 WIB
Jakarta - Sikap Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution terhadap 15 anak buahnya tidak main-main. Dia rela menyerahkan 15 auditor yang mengaudit KPU itu ke KPK jika memang terbukti menerima suap.Hal ini disampaikan Anwar di sela seminar tentang keuangan negara di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (25/5/2005)."Selama proses pemeriksaan berlangsung, mereka dinonaktifkan. Kalau memang terlibat kita serahkan kepada Pak Taufiq (Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki). Kalau tidak terlibat dia akan bertugas seperti biasa," kata Anwar.Supaya adil, semua auditor BPK yang diduga menerima suap, kata Anwar, saat ini sedang diperiksa secara internal oleh Irjen BPK. Namun mengenai hasil pemeriksaan, Anwar mengaku hingga kini belum mendapatkan laporan."Kita ingin tahu apa betul tuduhan itu dan siapa yang menerima Rp 350 juta itu. Selama masa pemeriksaan kita ganti dengan yang baru," katanya.Kelima belas auditor BPK tersebut antara lain Khairiansyah Salman yang membongkar kasus penyuapan Mulyana W Kusumah di KPU.BPK rencananya akan menyerahkan laporan audit investigatif mengenai KPU ke DPR Juni atau Juli 2005 nanti. Selain berencana menyerahkan laporan investigatif KPU, BPK juga akan menyerahkan laporan audit investigatif Pertamina mengenai harga pokok BBM, subsidi BBM dan pengadaan serta penyaluran BBM pada Agustus mendatang.Terkait dugaan korupsi di bank BUMN dan BUMN lainnya, menurut Anwar, pemerintah sejauh ini belum meminta BPK untuk melakukan audit investigatif. "Tetapi dengan laporan kita itu sudah cukup bagi aparat baik polisi, Jaksa Agung maupun KPK untuk melakukan pendalaman. Saat ini mereka masih mempelajari," kata Anwar.Anwar optimistis pemerintah menindaklanjuti laporan BPK. Dia menilai pemerintah yang sekarang lebih aktif dalam menindaklanjuti laporan-laporan tersebut. "Bedanya sekarang Presiden SBY dan Jaksa Agung aktif, dulu tidur. Saya berharap pemerintah lebih serius dalam memperbaiki perbankan sehingga bisa memacu pertumbuhan ekonomi," katanya. (umi/)


Berita Terkait