DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 13:02 WIB

Jelaskan soal Tweet Hoax, Nikita Kirim Surat Audiensi ke Panglima

Mei Amelia R - detikNews
Jelaskan soal Tweet Hoax, Nikita Kirim Surat Audiensi ke Panglima Nikita Mirzani (Hanif Hawari/detikHOT)
Jakarta - Artis Nikita Mirzani melalui kuasa hukumnya telah mengirimkan surat ke Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk meminta audiensi terkait cuitan hoax. Nikita sangat berharap bertemu dengan Panglima TNI untuk menjelaskan duduk permasalahan soal cuitan tersebut.

"Sudah dikirim suratnya ke Mabes TNI. Yang menyerahkan rekan kami, Aulia Fahmi, (surat) diterima Setum TNI atas nama Subandi," ujar Muanas Alaidid selaku kuasa hukum Nikita kepada detikcom, Kamis (12/10/2017).

Muanas mengatakan pihaknya merasa perlu beraudiensi dengan Gatot terkait cuitan yang menghina Panglima TNI, yang disebut-sebut berasal dari akun Twitter Nikita. Muanas memastikan cuitan itu palsu.

"Yang pasti, Nikita tidak pernah nge-tweet itu," ucap Muanas.




Dalam surat yang ditandatangani Muanas dan Aulia itu, disampaikan kembali bahwa cuitan--"Film G30S/PKI kurang seru... Seharusnya Panglima Gatot juga dimasukan ke lubang buaya pasti seru..."--itu tersebar pada 30 September 2017. Namun yang tersebar berupa screenshot cuitan dari akun Twitter Nikita Mirzani yang disebutnya akun palsu, yang disebarkan oleh akun Instagram pki_terkutuk65.

"Bahwa screenshot tersebut dipublikasi hingga viral dan memancing keresahan masyarakat. Atas screenshot tweet tersebut, Nikita Mirzani dianggap melecehkan dan/atau melakukan ujaran kebencian dan dilaporkan pada Polda Kepolisian Republik Indonesia," tulis Muanas dalam surat tersebut.

Muanas juga membeberkan fakta hukum serta bantahan dalam surat itu. Di antaranya disebutkan pula bahwa pada dinding atau timeline akun Twitter Nikita, tidak pernah ada cuitan seperti itu.

Ia juga menyinggung kejanggalan dalam sebaran tweet palsu itu, di antaranya terdapat 862 retweet dan 689 like pada tweet tersebut.

"Patut kami duga penyebaran tweet palsu milik Nikita Mirzani tersebut sengaja digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab sebagai upaya menimbulkan keresahan di masyarakat, mengingat pada saat ini sedang marak penyebaran berita mengenai kebangkitan PKI," ucapnya.
(mei/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed