Jauh-jauh hari, isu yang menguat adalah PDIP akan ikut mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang sudah direkomendasi secara lisan oleh PKB sebagai cagub Jatim.
Jika PDIP bergabung ke PKB, jatah cawagub menjadi haknya. Nama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas disebut-sebut sebagai cawagub PDIP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PDIP, yang hanya memiliki 19 kursi di DPRD Jatim, otomatis wajib menggandeng partai lain. Syarat mengusung calon sendiri minimal memiliki 20 kursi.
Namun skenario PDIP ikut mendukung Gus Ipul bisa dikatakan bakal bubrah dengan kedatangan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, yang menemui Tri Rismaharini di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Senin (9/10/2017).
Memang tidak ada pernyataan resmi PDIP sudah mendukung Risma. Tetapi Hasto mengaku diutus untuk menyampaikan pesan khusus oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada Risma.
Sebelumnya PDIP memberi sinyal kuat akan mengusung Gus Ipul. (Rois Jajeli/detikcom) |
Pesan khusus itu tidak terungkap secara gamblang. Seusai pertemuan dengan Risma, yang didampingi Ketua DPC PDIP Surabaya Wisnu Sakti Buana, Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono serta Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi menemui wartawan.
Di situlah isyarat PDIP menginginkan Risma maju terbaca. Secara resmi, PDIP akan mengumumkan cagub dan cawagub Jatim serta partai koalisinya pada 15 Oktober 2017.
"Yang diundang terutama struktur partai, pada Sabtu malam tanggal 14 akan diberikan penjelasan dan pengumuman langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada 15 Oktober," jelas Hasto.
"Para calon akan kita tampilkan," tambah dia.
Di tengah wawancara, Hasto melontarkan candaan yang menyerempet ke dukungan Risma, yang pada 15 Oktober sedang berada di Jepang untuk menerima penghargaan.
"Jangankan di Tokyo, kita siapkan teleconference. Di New York saja beda 12 jam beliau bisa. Bu Risma kan terus mengikuti perkembangan teknologi," kelakar Hasto.
Hasto juga menyebut peluang Risma dalam Pilgub Jatim 2018 sangat besar. Alasannya, Wali Kota Surabaya ini banyak mendapat penghargaan yang merupakan salah satu indikasi pemimpin yang diapresiasi rakyat.
"Bu Risma juga punya peluang. Ini kan pemilu rakyat, rakyat kan mengapresiasi terhadap kepemimpinan Bu Risma, maka Bu Risma menerima penghargaan di mana-mana, artinya rakyat memberi apresiasi," ujar Hasto.
Baca juga: Bu Nyai Se-Jatim Deklarasi Dukung Gus Ipul |
Hasto juga mengungkapkan survei nama Risma di lingkup internal PDIP sangat tinggi dibanding cagub lain, tanpa menyebut nama calon lainnya.
"Hasil survei kami sangat tinggi. Survei kami, Bu Risma ini tinggi," tegas dia.
Pertanyaannya, mengapa Megawati mengutus Hasto menemui Risma jika tiket PDIP akan dijatuhkan kepada Gus Ipul, seperti yang terungkap dalam safari politik Wasekjen PDIP Ahmad Basarah ke sejumlah kiai NU di Jawa Timur?
Risma juga menunjukkan reaksi berbeda. Risma, yang sebelumnya kerap bersuara lantang menyatakan penolakannya sebagai cagub Jatim, kali ini memiliki jawaban lebih lunak.
"Tunggu tanggal mainnya," jawabnya berulang kali saat ditanya wartawan soal isi pertemuan dengan Hasto.
Megawati pernah ditemani Risma dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas beberapa waktu lalu. (Istimewa) |
Namun Risma menegaskan tidak akan berani menyatakan kesiapannya jika harus direkomendasi Megawati. Risma mengaku tidak mau banyak menjawab pertanyaan wartawan karena takut salah.
"Gak eroh aku. Nanti aku jawab keliru maneh. Aku tidak bisa ngomong, saya tidak ngomong siap. Karena itu berat, berkali-kali saya ngomong. Sudah dapat rekom itu saya tidak berani bilang siap. Coba cek rekamanmu yang dulu," tegas Risma.
Kedatangan Hasto ke rumah Risma memang menimbulkan kian liarnya spekulasi seputar Pilgub Jatim 2018. Ada juga spekulasi PDIP sebenarnya masih ragu mengusung calon selain Gus Ipul karena majunya Khofifah Indar Parawansa, yang diidentikkan dengan orang kepercayaan Presiden Jokowi.
Sebelumnya, kiai NU meminta PDIP mengusung Gus Ipul sebagai cagub Jatim saat rombongan pengurus PDIP yang dipimpin Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah ini mendatangi Pesantren Zainul Hasan Genggong, Jumat (8/9).
Di Genggong, rombongan Ahmad Basarah ditemui langsung KH Mutawakkil Alallah di kediamannya, kompleks Pesantren Zainul Hasan. Sebelumnya, rombongan PDIP juga sowan ke kiai-kiai sepuh lainnya di Kediri, Pasuruan, dan Malang untuk menjaring aspirasi.
Seusai pertemuan, KH Mutawakkil, yang juga Ketua PWNU Jatim, sempat menitipkan surat pribadi kepada Megawati.
Dia menyampaikan kesepakatan para ulama dari 48 cabang NU di Jatim yang mengajukan calon tunggal dari NU, yaitu Gus Ipul.
"Saya meminta dan berharap kepada Ibu Megawati agar segera merekomendasi Gus Ipul. Jika Ibu Megawati merespons ini, ini menandakan ketulusan PDIP kepada NU, dan ini akan menepis anggapan atau langkah provokasi antara PDIP dengan kelompok Islam moderat, terutama NU, dengan rekom Ibu Megawati ini bahwa itu tidak ada," tuturnya.
Hasto di Malang kembali menegaskan PDIP hingga kini belum mengeluarkan sebuah keputusan untuk cagub dan cawagub Jawa Timur. Artinya, tidak satu pun yang tercederai karena semua masih memiliki peluang yang sama.
Jika PDIP tak memilih Gus Ipul, apakah hal itu tidak akan mencederai kiai sepuh NU yang telah memberi usulan kepada Megawati?
"Kan keputusan belum diambil, maka tunggu saja tanggal mainnya," jawabnya.
Akankah PDIP dan PKB pecah kongsi? (ugik/tor)











































Sebelumnya PDIP memberi sinyal kuat akan mengusung Gus Ipul. (Rois Jajeli/detikcom)
Megawati pernah ditemani Risma dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas beberapa waktu lalu. (Istimewa)