Jadi Anggota Protokol Madrid, Indonesia Makin Mulus ke Kancah Dunia

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 05 Okt 2017 13:45 WIB
Jenewa - Indonesia akhirnya menjadi angggota Protokol Madrid ke-100 yang mengurusi kekayaan intelektual di dunia, seperti merek, paten, hak cipta dan kekayaan geografis. Alhasil, kini intelectual property right Indonesia dengan mudah diterima di belahan negara mana pun.

Bergabungnya Indonesia itu dilakukan dalam sidang umum World Intellectual Property Organization (WIPO) ke-57 di Jenewa, Swiss sejak Senin (2/10) kemarin. Acara itu diikuti 1.000 delegasi dari berbagai negara. Dengan bergabung WIPO, maka bila Indonesia memiliki merek yang telah dipatenkan, tak perlu satu per satu mengurus lisensi ke negara-negara yang telah mengakses protokol Madrid.

"Cukup ke satu negara saja, nanti otomatis diakui oleh yang lainnya," kata Menkum HAM Yasonna Laoly, dalam siaran pers yang terima detikcom, Kamis (5/10/2017).

Bergabungnya Indonesia disambut dengan meriah oleh anggota WIPO lainnya dan dilakukan di depan Sidang Umum WIPO. Ucapan selamat juga disampaikan Dirjen WIPO, Francis Gurry.

"Indonesia punya hal istimewa dalam penerimaan Madrid Protokol ini. Pertama mendapatkan angka yang ke-100. Kedua karena seremoninya dilakukan di depan Sidang Umum WIPO. Negara lain cukup di ruangan Dirjen WIPO," komentar para delegasi.


Sidang Umum WIPO ke-57 juga terasa 'Indonesia' karena hanya Indonesia yang menampilkan 3 pembicara sekaligus, negara lain 1 pembicara. Pembicara dari Indonesia yaitu Menteri Yasonna, Dubes Hasan Kleib (Koordinator Asia Pacifik negara-negara anggota WIPO di Jenewa) dan Pelaksana Dirjen Kekayaan Intelektual, Aidir Amin Daud (selaku Chair Working Group IPO ASEAN).

"Pemerintah Indonesia memberikan perhatian yang besar terhadap kekayaan intelektual untuk berkontribusi terhadap industri berbasis inovasi dan pengetahuan yang dapat mendorong pengembangan ekonomi nasional dan juga sebagai salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing melalui inovasi dan kreativitas," ujar Menteri Yasonna.
Jadi Anggota Protokol Madrid, Indonesia Makin Mulus ke Kancah Dunia

Dalam kesempatan itu, Francis Gurry memuji-muji perkembangan Kekayaan Intelektual di Indonesia. Bahkan Gurry juga menyinggung pertemuannya dengan Presiden Jokowi di Jakarta dua pekan lalu, yang telah memberikan komitmen untuk pengembangan Kekayaan Intelektual di Indonesia.

"Saya amat mengapresiasi semua yang telah dilakukan pemerintahan Jokowi untuk pengembangan kelayaan intelektual di Indonesia," kata Gurry di hadapan sekitar 1.000-an delegasi negara anggota WIPO.

Perlindungan kekayaan intelektual di dunia dimulai di penghujung abad ke-19 dengan lahirnya kesepakatan di Madrid atau dikenal Protokol Madrid. Puncaknya yaitu dibentuk WIPO di Stockholm tahun 1967.

Dengan bergabungnya Indonesia menjadi anggota WIPO, maka bukan hanya merek luar yang bisa masuk dalam negeri, tetapi juga sebaliknya. Indonesia setara dengan 100 negara lainnya dan kekayaan intelektual Indonesia bisa lebih mudah ekspansi ke negara-negara tersebut.

Bukankah, kita tidak mau kopi Indonesia atau budaya Indonesia malah diakui negara asing? (asp/rvk)