DetikNews
Rabu 04 Oktober 2017, 15:41 WIB

Isu Selingkuh Eks Dubes Norwegia Untuk RI

Kemlu Norwegia: Tak Ada Penyimpangan Dana di Isu Selingkuh Traavik

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kemlu Norwegia: Tak Ada Penyimpangan Dana di Isu Selingkuh Traavik Stig Traavik (Antara Foto)
Jakarta - Kementerian Luar Negeri Norwegia menyebut isu perselingkuhan eks Dubes Norwegia untuk RI, Stig Traavik, adalah urusan pribadi. Kemlu Norwegia juga menyebut tak ada dana negara yang disalahgunakan.

"Ini adalah urusan pribadi. Kemlu Norwegia sudah menangani kasus ini sesuai aturan untuk karyawan. Kami telah melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menetapkan fakta yang relevan," kata juru bicara Kemlu Norwegia, Frode Andersen, kepada detikcom, Rabu (4/10/2017).



Kesimpulan Kemlu Norwegia adalah menarik Traavik kembali ke Norwegia. Dia masih dipekerjakan di Kementerian, tapi tidak dengan pangkat duta besar.

Isu perselingkuhan Traavik juga disertai kabar bahwa ada penyaluran dana dari pemerintah Norwegia ke LSM milik selingkuhan Traavik. Frode menjelaskan dana bantuan itu sudah diberikan sebelum Traavik bertugas sebagai dubes di Indonesia.

"Kerja sama bantuan pembangunan tersebut dimulai sebelum Traavik datang ke Indonesia, namun diperpanjang selama masa jabatannya sebagai duta besar. Proyek ini diperiksa dan disetujui sesuai dengan peraturan dan pedoman Kementerian yang ketat," jelasnya.

"Penting untuk digarisbawahi bahwa penyelidikan kami tidak menemukan dasar apa pun untuk tuduhan penyalahgunaan atau penyimpangan dana pemerintah," sambung Andersen.



Andersen menyebut organisasi di Indonesia yang menerima dana tersebut telah melaksanakan proyek sesuai kesepakatan. "Kami tidak menemukan kesalahan dari pihak mereka," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, dugaan perselingkuhan Traavik saat berada di Indonesia diungkap oleh tabloid Norwegia, Verdens Gang, pada Juli 2017 atau beberapa bulan setelah dia ditarik dari Indonesia. Traavik diduga berselingkuh dengan 2 pebisnis dan 1 wanita dari LSM di Indonesia.



Sebelum perselingkuhan itu dimulai, perempuan yang berasal dari LSM tersebut sudah lebih dulu menerima bantuan dana senilai 1,5 juta NOK (bila dikonversi ke kurs saat ini senilai Rp 2,5 miliar). Perempuan itu kemudian kembali mengajukan permintaan dana pada Januari 2014 sebesar 1,1 juta NOK (Rp 1,8 miliar). Berdasarkan dokumen yang diperoleh VG, permintaan dana itu tidak dikirim ke Norwegia oleh Traavik langsung, melainkan oleh pihak lain di Kedubes Norwegia.

Pengajuan dana itu dianggap terlalu besar, meski akhirnya Norwegia tetap mencairkan dana untuk LSM perempuan ini sebesar 1,38 juta NOK (Rp 2,3 miliar). VD menyebut tanda tangan Traavik tidak ada di dokumen-dokumen pengajuan dana ini.



Namun Traavik menulis surat pribadi kepada kepala daerah dan menulis sambutan dalam peluncuran proyek LSM perempuan itu. VG juga melaporkan Traavik mengadakan acara makan siang untuk mempromosikan proyek LSM ini. Biaya makan siang itu kemudian dibebankan kepada Kedubes.

Wanita yang disebut sebagai selingkuhan Traavik itu membantah hasil penelusuran VG. Bantahan yang sama disampaikan oleh Traavik.
(imk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed