Gara-gara Pilkada, PKB Solo Terpecah Menjadi Tiga

Gara-gara Pilkada, PKB Solo Terpecah Menjadi Tiga

- detikNews
Senin, 23 Mei 2005 00:39 WIB
Jakarta - Satu lagi carut marut politik menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada). Konflik internal partai melanda DPC Partau Kebangkitan Bangsa (PKB) Solo. Setidaknya telah ada tiga kubu yang berlawanan pilihan dalam menentukan pasangan calon walikota/wakil walikota yang didukung dalam Pilkada 27 Juni mendatang.Secara resmi DPC PKB Solo masuk dalam koalisi empat partai kecil mendukung pencalonan kembali mantan walikota Slamet Suryanto. Al-Munawwar selaku ketua DPC membubuhkan tandatangan dukungan atas nama partainya. Sementara Ketua Dewan Syuro, KH Hilal Adnan bergabung di belakang pasangan yang dicalonkan PAN yakni Purnomo-Istar Yuliadi. Sikap ketua tanfidz maupun ketua dewan syuro DPC ini diprotes oleh seluruh pimpinan anak cabang (PAC) PKB Solo yang didukung oleh para pengurus ranting serta para ulama. Mereka mendesak pencabutan dukungan itu karena keputusan masuk dalam koalisi maupun dukungan terhadap calon lainnya tidak melalui mekanisme penjaringan aspirasi dari bawah.Protes itu tidak mendapat respon. Karena jengkel akhirnya Minggu (22/5/2005), seluruh PAC dan pimpinan ranting se-Solo membuat pernyataan sikap mengejutkan yaitu mendukung pasangan calon yang diajukan PDIP, Joko Widodo-Hadi Rudyatmo. Deklarasi itu digelar di Hotel Quality, Solo.Sejumlah kiai hadir dalam deklarasi, termasuk Ketua Mustyasar PCNU Solo KH Abdurrachim, kiai sepuh yang sangat disegani di Solo dan sekitarnya. Yang lebih menarik, selain dihadiri pengurus PAC dan anak ranting, hadir pula memberi dukungan para pengurus DPC baik dari dewan syuro maupun tanfidz.Pasangan calon yang didukung, Joko Widodo-Rudy juga hadir. Ketua DPD PDIP Jateng Murdoko dan Wakil Ketua DPW PKB Jateng Hussein Syifa' juga ikut menghadiri dan menyaksikan seluruh rangkaian acara deklarasi."Kehadiran para pengurus DPC dan DPW pada acara kami ini menunjukkan bahwa dukungan kepada pihak lain hanya dilakukan oleh oknum yang menjual nama partai," ujar Didik Gunawan, ketua PAC Laweyan.Seusai acara Hussein Syifa' mengatakan pihaknya telah meminta klarifikasi kepada pimpinan DPC PKB Solo tentang langkah yang ditempuh karena telah membuat keputusan sepihak tanpa lebih dulu meminta pertimbangan kepada DPW. Namun sejauh ini, kata dia, tidak ada jawaban memadai dari DPC."Selain itu saya menghargai sebuah proses. Sejauh ini proses yang dilakukan PAC-PAC ini sangat demokratis karena benar-benar melakukan penjaringan dan didukung seluruh ranting. Tentang hasil penjaringan dan keputusannya kami percayakan kepada mereka," ujar Hussein.Persoalan tidak berhenti di situ. Para deklarator juga akan mengirim sebuah mosi tidak percaya kepada pimpinan DPC serta mengupayakan untuk mempercepat Konfercab untuk mengganti pengurusnya. Menanggapi aspirasi itu Hussein Syifa' mengatakan masih akan berusaha melakukan klarifikasi ke DPC. Sedangkan Al-Munawwar tidak dapat dihubungi. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads