PDIP Solo Serahkan ke DPP Beri Sanksi Kader Pembangkang
Senin, 23 Mei 2005 00:04 WIB
Solo - Seorang kader PDIP menjadi calon walikota dari partai lain, setelah kalah dalam pemilihan di PDIP Solo. DPC PDIP Solo pun menyerahkan kepada DPP PDIP soal sanksi yang diberikan kepada Slamet Suryanto."DPP sudah mengetahui pembangkangan yang dilakukan oleh Pak Slamet Suryanto terhadap rekomendasi DPP yang mengikat bagi seluruh kader PDIP di Solo. Sanksinya akan ditentukan oleh DPP. Kami serahkan sepenuhnya kepada DPP," kata Ketua DPC PDIP Solo Hadi Rudyatmo kepada wartawan usai menghadiri deklarasi dukungan PKB kepada pasangan dari PDIP Joko Widodo-Hadi Rudyatmo di Hotel Quality, Solo, Minggu (22/5/2005).Seperti pernah diberitakan, dalam penjaringan calon di internal PDIP pasangan Joko Widodo-Rudy unggul telah dari tiga saingannya. Pasangan ini pula yang akhirnya mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. Sedangkan mantan walikota Slamet Suryanto yang kalah tetap bersikeras maju dengan menggunakan koalisi empat partai kecil.Slamet adalah mantan Ketua DPC PDIP Solo yang saat ini masih menjabat sebagai ketua Dewan Pertimbangan Cabang PDIP Solo. Menurut Rudy seharusnya seluruh kader PDIP termasuk Slamet Suryanto mematuhi perintah partai dengan mendukung rekomendasi dari DPP. "Beliau itu menjadi besar karena PDIP sehingga tidak sepantasnya melakukan pembangkangan," ujar Rudy.Siapapun kader yang membangkang pasti akan diberi sanksi, namun akan diserahkan ke DPP mengenai bentuk sanksinya. "Apa yang pantas diberikan kepada Pak Slamet serta beberapa kader PDIP yang mengikutinya," lanjutnya.
(mar/)











































