"Dari informasi yang saya dapat, masih ada (di kargo di Bandara Soekarno-Hatta)," ujar Tommy saat dihubungi detikcom, Senin (2/10/2017).
Tommy memaparkan tidak ada mekanisme khusus untuk keluarnya suatu barang. Hanya saja kabarnya belum mendapat persetujuan dari pihak pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia tidak menjelaskan lebih rinci terkait persetujuan pemerintah yang dimaksud. Hanya saja menurutnya semua barang impor akan berhubungan dengan pihak bea cukai.
"Itu nanti biasanya kalau barang masuk melalui bea cukai. Hubungannya dengan bea cukai," tuturnya.
Untuk pengamanan sendiri, Tommy mengatakan senjata tersebut diamankan oleh personel BKO Polri. "Kalau pengamanan sudah dilakukan sama pihak BKO-nya," ucap Tommy.
Sebelumnya Polri membenarkan adanya impor senjata untuk Korps Brimob yang diimpor dari PT Mustika Duta Mas yakni Arsenal Stand Alone Grand Launcher (SAGL). Selain senjata, Polri mengimpor sekitar 5.000 butir peluru. (lkw/rna)











































