DetikNews
Sabtu 30 September 2017, 02:27 WIB

Dino Patti Djalal Terpilih Jadi Ketum Asosiasi Dosen Indonesia

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Dino Patti Djalal Terpilih Jadi Ketum Asosiasi Dosen Indonesia Foto: Dino Patti Djalal Terpilih Jadi Ketum Asosiasi Dosen Indonesia (ist)
Jakarta - Mantan Wamenlu RI, Dino Patti Djalal, didaulat sebagai Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia (ADI). Sosok Dino yang cerdas dan bersahabat diharapkan mampu membuat perubahan di ADI menjadi lebih baik.

"Di akhir masa jabatan saya, saya merasa aman dan damai jika ketua ADI Dino Patti Djalal," ujar Prof Armai Arief ketua umum ADI periode sebelumnya, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (30/9/2017).

Menanggapi pernyataan Prof Armai, Dino berjanji akan berusaha sekuatnya untuk mengemban amanah ini dengan baik. Dino didaulat menjadi ketua umum ADI pada peringatan 19th dan KONGRES ADI di Assembly Hall JCC Senayan Jakarta pada tanggal 28 September 2017 dengan dipilih langsung secara mufakat oleh seluruh pimpinan Wilayah ADI yang hadir.

"Saya akan berupaya memajukan ADI di atas pondasi yang telah dibangun oleh Prof Armai dan Majelis pimpinan ADI," ujar. Dino

Dino Patti Djalal Terpilih Jadi Ketum Asosiasi Dosen IndonesiaFoto: Dino Patti Djalal Terpilih Jadi Ketum Asosiasi Dosen Indonesia (ist)


Ada beberapa hal agenda yang menjadi fokus program Dino di awal tahun kepemimpinannya. Di antaranya adalah:

1) Perluasan keanggotaan ADI dan database dosen-dosen ADI. Kita perlu tetapkan target yang ambisius dan realistis, apakah 10,000 atau 20,000 atau 30,000 dosen dalam sekian tahun. Saya berpendapat kita dapat melakukan modernisasi keanggotaan dalam bentuk membuat suatu APP yang dapat diakses anggota dan calon anggota. Untuk meningkatkan keanggotaan, saya juga berpendapat keanggotaan dapat dibuat gratis, yang penting kredibilitas dosen dapat diverifikasi.

2) Kerja sama dengan diaspora: antara lain membuka E-journal dosen ADI dan dosen diaspora; memfasilitasi komunikasi antar dosen ADI dan dosen diaspora melalui milis; melakukan pairing antara dosen diaspora dan dosen ADI yang memiliki kesamaan bidang atau kesamaan riset; melakukan program kunjungan akademik, misalnya "summer teaching" oleh dosen diaspora di kampus daerah dan sebaliknya kunjungan akademik dosen ADI ke suatu komunitas diaspora di luar negeri; pertukaran informasi mengenai kesempatan beasiswa atau grant program bagi dosen ADI ke luar negeri, dll.

3) Kunjungan "Update Tour" sekali atau 2 kali setahun oleh delegasi seluruh Ketua Wilayah ADI ke suatu negara selama seminggu untuk mendapatkan ilmu dan briefing mutakhir mengenai perkembangan-perkembangan penting berbagai sektor ilmu pengetahuan, misalnya ke Singapura, Australia, Tiongkok, Taiwan, Jepang. Biaya masing-masing Ketua Wilayah dapat dibebankan kepada Universitas atau kepada Kepala Daerah masing-masing.

4) Penyelenggaraan Seminar akbar ADI yang bertaraf internasional, sekali setahun.

5) Dialog berkala pimpinan ADI dengan Presiden Joko Widodo mengenai aspirasi dosen dan pandangan ADI mengenai reformasi pendidikan Indonesia.

6) Kerja sama untuk mencarikan investor di luar negeri untuk inovoasi yang dihasilkan dosen atau peneliti ADI. Dapat pula diupayakan kerja sama dengan Embassies di Jakarta atau KBRI di luar negeri untuk memasarkan inovasi menarik dapat dieksplorasi kunjungan delegasi ADI ke Silicon Valley. Di sini, kualitas dari inovasi harus benar-benar dijaga untuk menjamin reputasi ADI.

7) Mengadakan dialog secara berkala mengenai intersection pendidikan, inovasi, bisnis dalam konteks sustainable future antara komunitas dosen ADI dengan dunia korporat, baik KADIN, HIPMI maupun international chambers o commerce.

8) Tanggal 21 Oktober, akan diadakan Conference on Indonesian Foreign Policy yang merupakan konferensi terbesar di dunia yang membahas polugri RI. 6,000 peserta sudah mendaftar. Sebagai penyelenggara, Konferensi tersebut akan saya "ADI-kan" dalam arti, ADI akan menjadi salah satu pihak penyelenggara. Dino mengundang seluruh dosen untuk hadir hari Sabtu, 21 Oktober di Jakarta dalam konferensi akbar. Untuk mendatar, daftar : www.cifp2017.eventbrite.com dan seluruh dosen ADI dijamin masuk gratis.

Dino berpendapat ADI harus bisa menjadi menjadi intelellectual force yang unggul di tanah air, yang dapat menampung dan menyebarkan ide-ide cemerlang dan ilmu yang mutakhir kepada rakyat dan pemerintah. Dino juga berambisi untuk meniru langkah Prof Armai mengunjungi seluruh chapter wilayah ADI.

"Lets do something amazing together for Indonesia," ucap Dino.

Dino Patti Djalal Terpilih Jadi Ketum Asosiasi Dosen IndonesiaFoto: Dino Patti Djalal Terpilih Jadi Ketum Asosiasi Dosen Indonesia (ist)

(rvk/aik)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed