detikNews
Jumat 29 September 2017, 10:00 WIB

Setelah Fahd, Siapa Lagi yang Korupsi Alquran?

Andhika Prasetia - detikNews
Setelah Fahd, Siapa Lagi yang Korupsi Alquran? Fahd El Fouz Divonis 4 Tahun Penjara (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Majelis hakim tipikor Jakarta memvonis Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq 4 tahun penjara karena kasus korupsi pengadaan Alquran. Sebelumnya, kasus ini sudah menyeret 3 orang ke penjara, yakni Zulkarnaen Djabar, Dendy Prasetia (anak Zulkarnaen), serta mantan Direktur Urusan Agama Islam dan Pejabat Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag Ahmad Jauhari.

Kasus bermula saat muncul proyek pengadaan Alquran tahun anggaran 2011 dan Ditjen Bimas Islam mendapatkan anggaran Rp 22,875 miliar. Terakhir, Fahd harus menjalani pesakitan seusai divonis 4 tahun.

"Menyatakan terdakwa Fahd A Rafiq terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Haryono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).

Fahd menerima vonisnya. Namun, ia berharap seluruh pihak yang terlibat diusut.

"Kemudian bagaimana kasus ini tidak berhenti di saya. Karena nanti politik. Di dalam persidangan, baik semua fraksi, Pak Zulkarnaen Djabar, Dendy, dan saksi lain (sudah bersaksi). Kita lihat KPK sejauh mana memproses itu," kata Fahd.

Siapa orang yang bakal terseret di kasus ini? Belum ada yang tahu. Namun, nama eks pimpinan DPR Priyo Budi Santoso berkali-kali disebut dalam kasus ini oleh Fahd. Yang terakhir, majelis hakim menyebut politikus Golkar mendapat jatah fee proyek Alquran.

Fakta ini disampaikan dalam pertimbangan majelis hakim saat membacakan putusan untuk Fahd. Nama Priyo muncul saat majelis hakim menyebut Fahd menerima hadiah dari tiga pengerjaan proyek di Kementerian Agama tahun anggaran 2011-2012 sebesar Rp 3,411 miliar.


"Rincian pekerjaan laboratorium komputer 3,25 persen dari Rp 31 miliar sehingga Rp 1 miliar 14 juta, ditambah bagian dari Priyo Budi Santoso 1 persen dari Rp 31,2 miliar sehingga Rp 312 juta, dari penggandaan Alquran 2011 Rp 460 juta, dan penggandaan Alquran tahun anggaran 2012 3,25 persen dari Rp 50 miliar sehingga Rp 1,625 miliar," papar hakim Dewi Basaria.

Dalam persidangan terungkap, seluruh anggota Komisi VIII DPR dan Priyo turut menikmati duit korupsi tersebut. Setoran itu diberikan Fahd atas arahan Zulkarnaen Djabar, yang menjabat anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR. Mengingat kasus ini belum dihentikan oleh KPK, masih ada kemungkinan nama lain yang bakal terlibat.
(dkp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com