Ditemukan 25 Anak Lumpuh Layu di Riau
Jumat, 20 Mei 2005 17:17 WIB
Pekanbaru - Provinsi Riau dinyatakan terbebas dari kasus virus polio. Tapi, berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan Provinsi Riau, diketahui ada 25 anak yang mengalami lumpuh layu.Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau Ekmal Rusdy mengungkapkan hal itu saat ditemui detikcom, Jumat (20/05/2005) di ruang kernyanya Jl Cut Nya Din, Pekanbaru. Menurut dia, rata-rata anak yang terserang penyakit lumpuh layu ini berusia 15 tahun ke bawah."Dari data yang kita kumpulkan, sebenarnya jumlah 25 anak lumpuh layu itu masih standar nasional. Karena teorinya, dalam 100 ribu anak-anak mesti terdapat satu orang di antaranya mengalami lumpuh layu. Jadi kasus yang kita temukan ini masih dalam batas yang normal," kata Ekmal.Dia menjelaskan, dengan adanya data dari sejumlah kabupaten, hal itu menunjukkan dinas kesehatan setempat telah melakukan fungsi tugasnya. Malah, bila ada kabupaten yang tidak mendapatkan data lumpuh layu itu, maka dengan sendirinya dinkes setempat tidak menjalankan tugasnya dengan baik."Kita malah curiga bila satu kabupaten tidak terdapat anak yang lumpuh layu. Sebab, yaitu tadi, teorinya, 100 ribu anak, pasti akan terdapat satu orang lumpuh layu," kata Ekmal.Dari 25 kasus lumpuh layu ini, Dinkes Provinsi Riau telah melakukan uji laboratorium di Jakarta. Hasilnya, tidak satu anak pun yang mengalami virus polio. Dengan demikian, provinsi riau dinyatakan aman dari kasus polio.Ekmal mengakui, hingga saat ini pihaknya belum mampu melakukan vaksin polio hingga 100 persen kepada balita . Namun hal itu bukan berarti kerja jajaranya tidak maksimal. Berdasarkan standar badan kesehatan dunia (WHO), masing-masing daerah hanya diberi standar maksimal vaksin polio 90 persen.Menurut Ekmal, tidak semua kasus kelumpuhan yang terjadi pada anak di bawah usia 15 tahun merupakan polio atau juga disebut lumpuh layu. Sebab, setidaknya ada delapan penyakit kelumpuhan yang gejalanya menyerupai polio.Secara garis besar gejala polio didahului dengan demam 3-4 hari disertai diare dan muntah-muntah. Terus terjadi pelunakan di tulang kuduk. Setelah itu terjadi kelumpuhan sebelah. "Bukan polio kalau lumpuhnya dua-dua, misalnya kedua tangan atau kedua kaki lumpuh," paparnya lagi.
(asy/)











































