DetikNews
Minggu 24 September 2017, 14:49 WIB

Ini Lokasi Ranger TNUK Pergoki Kucing Besar Diduga Harimau Jawa

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Ini Lokasi Ranger TNUK Pergoki Kucing Besar Diduga Harimau Jawa Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom
Jakarta - Padang Pengembalaan Cidaon seluas 9 hektare menjadi lokasi penemuan diduga harimau Jawa. Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) masih meyakini bahwa hewan tersebut adalah jenis hewan yang pernah dinyatakan punah.

Padang pengembalaan ini merupakan padang rumput yang paling sering didatangi aneka satwa liar pada pagi hari, antara pukul 06:00 sampai 09:00 WIB dan sore hari pada 16:00 sampai 18:00 WIB. Selain banteng, di padang rumput ini juga bisa ditemui babi hutan, merak hijau, burung rangkong, kera ekor panjang, dan satwa liar lain yang mencari makan seperti macan tutul.

Lokasi padang rumput ini juga memiliki sumber air tempat para satwa berkumpul. Lokasinya yang strategis menjadikan padang pengembalaan ini objek wisata alam liar. Menara pandang setinggi 10 meter juga berdiri untuk wisatawan yang ingin melihat satwa berkumpul.

Populasi banteng setiap tahun yang selalu bertambah menjadi kompetitor bagi badak Jawa dalam pencarian pakan. Karena itu, padang pengembalaan menjadi sangat penting. Selain di Cidaon, pihak taman nasional juga membuat padang pengembalaan di 15 lokasi. Beberapa titik itu ada di Cibunar, Jamang, Kalejetan, Nyiru,dan Tanjung Layar.

"Banteng bukan hanya memakan rumput tapi pucuk daun. Harapannya dibuat padang pengembalaan, banteng merumput di Cidaon dan tingkat persaingan dengan badak berkurang," ujar Mamat Rahmat dari Kepala Balai TNUK kepada wartawan di kawasan Ujung Kulon, Pandeglang, Minggu (24/9/2017).

Mamat menjelaskan Padang Pengembalaan Cidaon ini sengaja dibuka untuk wisatawan. Menara pandang dibuat untuk mengamati aneka satwa liar di Ujung Kulon. Jika sedang beruntung, gerombolan banteng dan burung merak bisa menjadi objek foto yang dapat diamati dengan jelas.

"Wisatawan datang ke sini dilarang berisik dan teriak, tidak boleh terlalu jauh kita siapkan menara pengamat untuk dokumentasi," ujarnya.
(bri/knv)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed