"Kan begini, korupsi di Indonesia terstruktur, sistematis, dan masif. Jadi tidak bisa hanya mengandalkan sadapan, OTT, OTT. Lima belas tahun ini (KPK) ibarat mobil, jarak 150 km hanya gigi 1, rusak mesinnya," kata Adhie dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/9/2017).
Adhie mengatakan seharusnya KPK mengedepankan fungsi pencegahan mengingat korupsi di Indonesia disebutnya sistematis. KPK juga diminta Adhie menanamkan pengertian dampak buruk korupsi lebih gencar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korupsi ini apa sih. Apa betul membuat bangsa Indonesia tidak sejahtera? Harus dibahas dulu. Dalam pandangan saya, korupsi membuat kerusakan lingkungan," imbuh Adhie.
Meski demikian, Adhie mengaku tak menyoal OTT yang dilakukan KPK. Dia hanya ingin KPK juga mengandalkan fungsi pencegahan.
"Korupsi membuat produk pemilu jadi brengsek, di mana-mana pejabat daerah itu terlibat masalah korupsi," tegas dia. (gbr/tor)











































