DetikNews
Sabtu 23 September 2017, 09:48 WIB

Like Father Like Son! Jejak Ayah-Anak Wali Kota Cilegon Dijerat KPK

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Like Father Like Son! Jejak Ayah-Anak Wali Kota Cilegon Dijerat KPK Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi. (Iqbal/detikcom)
Jakarta - Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi mengulangi kesalahan ayahnya, Aat Syafaat (alm), mantan Wali Kota Cilegon, yang terjerat kasus korupsi.

Aat pernah menjadi terpidana kasus dugaan korupsi pembangunan trestle dermaga pelabuhan di Kubangsari, Cilegon, Banten. Aat sempat ditahan di Rutan Cipinang oleh KPK pada 2010.

Kala itu Aat selaku Wali Kota Cilegon periode 2005-2010 telah menyalahgunakan kewenangan dan memperkaya diri serta orang lain atau korporasi. KPK menemukan kerugian keuangan negara sekitar Rp 11 miliar dalam proyek yang dikerjakan oleh PT Galih Medan Perkasa (GMP) tersebut. Informasi yang dihimpun, anggaran proyek pembangunan pelabuhan Kubangsari senilai Rp 50 miliar dialokasikan dari APBD Cilegon pada 2010. Sebagian anggaran proyek itu mencaplok anggaran untuk pendidikan senilai Rp 20 miliar.

Like Father Like Son! Jejak Ayah-Anak Wali Kota Cilegon Dijerat KPKMantan Wali Kota Cilegon Aat Syafaat (Ramses/detikfoto)

Dalam kasus Aat, KPK memanggil sejumlah pihak. Setelah berkasnya lengkap, Aat disidangkan di Pengadilan Negeri Serang. Saat itu ia divonis bersalah dan dihukum penjara 3,5 tahun karena terbukti melanggar Pasal 3 UU Pemberantasan Korupsi.

Dalam vonis yang dibacakan majelis Pengadilan Negeri Serang, pada Kamis (7/3/2013), Aat diharuskan membayar denda Rp 400 juta. Ia juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp 7,5 miliar.

Pembayaran uang pengganti memang tidak dilakukan sekaligus, melainkan tiga tahap. Yang pertama, pada 28 Maret 2013 sebesar Rp 3 miliar, dan pada 1 April 2013 dengan jumlah yang sama. Sisanya baru dibayarkan pada Selasa (2/4/2013) saat itu.

[Gambas:Video 20detik]

Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi

Beberapa tahun berselang, Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi mengulang kesalahan serupa yang dilakukan ayahnya saat itu. Iman ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT), yang diduga terkait perizinan kawasan industri di salah satu kota di Banten pada Jumat (22/9).

"Diindikasikan ada transaksi terkait dengan proses perizinan kawasan industri di salah satu kabupaten/kota di Banten," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (23/9/2017).

Dalam OTT ini, ada 10 orang yang ditangkap KPK, termasuk Wali Kota Cilegon. KPK juga mengamankan barang bukti uang ratusan juta rupiah dalam OTT ini.

"Ada uang ratusan juta yang diamankan sebagai barang bukti," katanya.

Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyerukan semangat perubahan. Saut memastikan penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi akan terus berjalan.

"Secara umum, saya hanya mau komen, kasihanilah negeri ini. Please, Indonesia bangun, bangun, sadar, ayo berubah. Masih ada 30 juta yang miskin, nggak punya kerjaan, tidak sehat, tidak punya KTP. Mengalami ketidakadilan sama sekali. Masak sih kita nggak mau buka hati dan bersyukur," ujar Saut saat dihubungi, Sabtu (23/9).
(adf/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed