DetikNews
Jumat 22 September 2017, 07:29 WIB

Komisi IX DPR: Kisah Ibu Bawa Jasad Bayi Pakai Angkot Memilukan Hati

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Komisi IX DPR: Kisah Ibu Bawa Jasad Bayi Pakai Angkot Memilukan Hati Foto: seputar_lampung
Jakarta - Kisah tragis seorang ibu yang membawa pulang jenazah putrinya yang baru meninggal menggunakan angkot di Lampung membuat pilu Komisi IX DPR. Komisi yang membidangi kesehatan itu juga menyesalkan kejadian tersebut.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengaku sangat prihatin. Saleh menyayangkan kejadian tragis ini, yang diduganya karena masalah administrasi terkait pengurusan ambulans.

"Sepertinya, persoalan uang masih sangat dominan dalam pelayanan sosial dan kesehatan kita. Akibatnya, mereka yang tidak mampu selalu saja mengalami perlakuan yang memilukan hati dan perasaan," kata Saleh dalam keterangannya, Kamis (21/9/2017).


Saleh mengatakan kejadian di Lampung dapat dihindari apabila pihak rumah sakit mengutamakan aspek kemanusiaan saat melayani pasien. Saleh mendesak Kementerian Kesehatan untuk menelusuri masalah ini.

Menurut dia, Kemenkes perlu membuat aturan yang lebih baik dengan berkaca dari kasus-kasus seperti ini. Semestinya, kata Saleh, ada pengecualian terkait pembiayaan bagi pasien yang betul-betul tidak mampu.

"Apalagi, mereka baru saja kehilangan besar dan tentu sangat sedih dan berduka," ucap dia.


Di lain pihak, Saleh meminta BPJS Kesehatan untuk memperhatikan masalah pelayanan seperti ini. Meskipun sampai hari ini BPJS Kesehatan masih mengalami defisit, katanya, bukan berarti persoalan seperti ini dilupakan. Apalagi, masih kata Saleh, defisit BPJS Kesehatan selalu ditutupi oleh pemerintah.

"Ini yang membuat sebagian kalangan tidak begitu yakin dengan pelayanan BPJS. Faktanya, memang masih banyak hal yang belum dicover oleh BPJS," tutur Saleh.

Politikus PAN ini meminta, apa yang disebutnya sebagai kelemahan BPJS Kesehatan ini, harus segera diperbaiki. Secara perlahan, jika perbaikan dilakukan secara terarah dan kontinu, BPJS diyakininya akan mampu berbuat lebih banyak lagi.

"Kalau didiamkan atau malah seakan tidak ada masalah, dikhawatirkan BPJS kesehatan akan kehilangan kontekstualisasinya," imbuh anggota DPR dari daerah pemilihan Sumut II ini.

Sebelumnya, pihak rumah sakit terkait, yakni RS Abdoel Moeloek, meluruskan kejadian ini. Si ibu yang menangis terus-terusan dalam angkot saat membawa jasad putrinya ini mengatakan dia tidak mendapat layanan ambulans karena sebelumnya berobat hanya menggunakan fasilitas BPJS.

Direktur Pelayanan RSUD Abdoel Moeloek Padilangga mengatakan, peristiwa itu terjadi hanya karena miss komunikasi antara orangtua anak dengan petugas ambulans. Pasien meninggal karena kelainan bawaan yakni meningocele di ICU sekitar pukul 15.15 WIB di depan keluarga dan keluarga menerima.

Awalnya, pihak keluarga sudah siap menggunakan ambulans, bahkan jenazah sudah masuk ke dalam mobil ambulans. Tetapi ada administrasi yang kurang lengkap, akhirnya petugas memanggil ayah anak untuk klarifikasi.

"Jadi petugas ambulans memanggil ayah dari anak, di situ mungkin ada (administrasi) yang perlu diperbaiki, tetapi karena keluarga sudah panik, jadi langsung ambil pasiennya dan dibawa pakai kendaraan umum," jelas Padilangga.
(gbr/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed