DetikNews
Selasa 19 September 2017, 18:33 WIB

Puluhan Ribu Butir Obat Ilegal Diamankan di Jakbar

Arief Ikhsanudin - detikNews
Puluhan Ribu Butir Obat Ilegal Diamankan di Jakbar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie menunjukkan obat keras hasil razia di Jakbar (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Puluhan ribu butir obat ilegal diamankan oleh Polres Jakarta Barat, Balai Besar POM (BBPOM) Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat. Obat yang diamankan adalah obat daftar G, atau obat keras.

"Total barang bukti yang diamankan 7.145 butir pil Tramadol, 1.000 butir Excimer warna kuning, 29.000 butir berbagai jenis obat-obat lain yang masuk dalam daftar G," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie dalam keterangan pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan Letjen S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (19/9/2017).

Obat yang diamankan adalah obat daftar G, atau obat kerasObat yang diamankan adalah obat daftar G, atau obat keras (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)

Razia dilakukan di dua toko yang berbeda. Pertama di toko obat Mogana di Duri Kosambi, Cengkareng. Lokasi kedua di toko obat Rakyat Maju Jaya di Jalan Keamanan Raya, Tamansari, Jakbar. Dalam operasi ini berbagai jenis obat penenang seperti Tramadol dan Excimer diamankan.


Selain obat daftar G, diamankan pula berbagai jenis obat kuat yang tidak memiliki izin edar.

Ada ribuan butir obat yang diamankan petugas dalam razia iniAda ribuan butir obat yang diamankan petugas dalam razia ini (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)

"Diamankan pula 1.500 butir obat kuat merek Long Stick, 600 butir obat kuat merek Gold Ant, 100 kotak obat kuat merek Tawon Liar," kata Roycke.

Dalam operasi itu, tidak ditemukan Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC). Namun, bagi Roycke, Tramadol dan Excimer sama berbahayanya dengan PCC.


"Obat ini adalah obat penenang. Bahkan Tramadol sudah dicabut izin edarnya karena obat ini sangat keras," katanya.

Selain obat daftar G, diamankan pula berbagai jenis obat kuat yang tidak memiliki izin edarSelain obat daftar G, diamankan pula berbagai jenis obat kuat yang tidak memiliki izin edar (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)

Dalam kasus ini, polisi mengamankan lima orang pelaku, yakni seorang pemilik toko, dua orang pembeli, dan dua penjaga toko.

"Untuk pemilik toko satu lagi (Cengkareng) belum diamankan. Mereka terancam UU no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 196 dan 197 dengan ancam hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Roycke.
(aik/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed