Beredarnya informasi liar terkait hujan abu vulkanik dari Gunung Agung sempat membuat sejumlah warga mengungsi ke Polres Karangasem. Namun abu yang muncul sekitar pukul 22.00 Wita tersebut berasal dari kebakaran hutan.
"Sejak Senin (18/9) malam beredar informasi terjadi hujan abu dari Gunung Agung. Tapi, berdasarkan laporan dari PVMBG dan pantauan visual pos pengamatan, belum terjadi hujan abu," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada detikcom, Selasa (19/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Analisis pantauan satelit Himawari BMKG juga menunjukkan bahwa belum terdeteksi adanya hujan abu di sekitar Gunung Agung. Tapi terdeteksi anomali suhu di kawah akibat aktivitas Gunung Agung, tidak ada embusan abu dan sebaran abu yang keluar dari kawah," ujar Sutopo.
Abu yang dirasakan sebagian warga malam tadi rupanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sekitar Kubu, Karangasem, Bali. Kebakaran itu sudah terjadi dalam 24 jam terakhir.
"Hasil analisis satelit Aqua dan Terra dari Lapan menunjukkan adanya 3 hotspot kebakaran hutan dan lahan di sebelah utara-timur laut kawah Gunung Agung dalam 24 jam terakhir. Laporan petugas di lapangan, masih terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kemungkinan abu dari material lahan yang terbakar terbawa oleh angin," ucap Sutopo.
Karena itu, Sutopo menegaskan beredarnya informasi tentang hujan abu dan foto-foto ataupun video di media sosial terkait hujan abu vulkanik malam tadi adalah disinformasi. Aktivitas Gunung Agung masih tetap dipantau dan warga yang mengungsi malam tadi telah kembali ke rumah masing-masing.
"Sebanyak 44 jiwa yang mengungsi mandiri terkait meningkatnya status Gunung Agung berasal dari Dusun Lebih, Desa Sebudi, Karangasem. Mereka mengungsi di 3 titik di Klungkung," ungkap Sutopo.
"Masyarakat diimbau untuk tenang. Jangan terpancing isu-isu menyesatkan. Saat ini banyak beredar hoax dan informasi yang menyesatkan sehingga menimbulkan keresahan. Sebarkan fakta dan informasi yang benar," urainya.
Kegempaan Gunung Agung masih berlangsung. Pos Pengamatan Gunung Api Agung melaporkan pagi ini terjadi 108 gempa vulkanik dangkal dengan durasi 10-30 detik dan gempa tektonik lokal sebanyak 3 kali dengan durasi 30-35 detik. Secara visual, terlihat jelas dan tidak ada asap keluar dari kawah. (vid/fay)











































