DetikNews
Minggu 17 September 2017, 14:17 WIB

Marak OTT Kepala Daerah, Mendagri Ngaku Didesak Mundur

Andhika Prasetia - detikNews
Marak OTT Kepala Daerah, Mendagri Ngaku Didesak Mundur Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - KPK dalam waktu 1 bulan berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada sejumlah kepala daerah seperti Wali Kota Tegal Siti Nursitha, Bupati Batubara OK Zulkarnain, dan terakhir Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Mendagri Tjahjo Kumolo mengaku didesak mundur gara-gara hal itu.

"Saya dari semalam sampai pagi ini menerima ratusan SMS, ada pola yang sama. Pertama 'Mendagri harus mundur, Anda gagal untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, yang mencoreng nama Presiden dengan semakin banyaknya jajaran Mendagri, baik pusat maupun daerah yang (kena) OTT KPK," ujar Tjahjo kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/9/2017).


Tjahjo pun menanggapi SMS yang masuk ke ponselnya. Tjahjo mengaku siap mundur jika ini dianggap kegagalannya. Tetapi, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo.

"Dari seluruh SMS, saya jawab satu orang yang lengkap 'kalau itu dianggap salah, saya terima salah itu, tapi urusan tertangkap tangan urusan pribadi'. Tak ada instruksi 'kamu ambil sekian', 'hei kamu harus memotong proyek sekian persen'. Saya bertanggung jawab kalau ini dianggap kegagalan saya, saya serahkan pada Bapak Presiden karena yang berhak mencopot saya adalah Bapak Presiden," urai Tjahjo.


Sebagai Mendagri, Tjahjo mengapresiasi langkah OTT KPK kepada sejumlah kepala daerah. Ia yakin KPK pasti memiliki alat bukti yang kuat sebelum OTT.

"Saya yakin KPK dalam melakukan tugasnya, kami apresiasi dalam pembangunan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Silakan KPK untuk jalan, saya kira ini bagian komitmen Bapak Jokowi untuk pemerintahan yang bersih dan berwibawa," tuturnya.


Soal OTT KPK, yang terbaru Wali Kota Batu Eddy Rumpoko sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Pemkot Batu. Selain Eddy, KPK juga menetapkan Kepala Bagian Layanan dan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setyawan dan pengusaha Filipus Djap sebagai tersangka.
(dkp/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed