Saat beberapa warga berkumpul, tahanan bernama Yocke Arya Winta, melintas perumahan warga di belakang Mapolres Jakarta Barat. Tanpa sendal, dia berjalan pincang dengan kaki berlumuran darah pada Sabtu ( 16/9/2017) sekitar pukul 02.30 WIB.
"Kita tanya kenapa? Dia bilang, 'jatuh dari motor gara-gara diuber polisi, habis beli narkoba, teman saya lari.' tapi warga curiga," kata salah satu warga yang menangkap, Dicky, kepada detikcom, Minggu (17/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yocke sempat kabur karena warga curiga dia maling. Namun, warga berhasil menangkapnya.
"Rame tuh anak-anak. Setelah itu kita ikat dilapangkan. Pas dibuka baju, di dadanya penuh tato," ucap Dicky.
Tak berselang lama ada polisi dari Polres Jakarta Barat datang ke pemukiman warga. Mereka sedang mencari delapan tahanan yang kabur.
"Selang waktu sejam atau tiga puluh menit. Polisi datang cari tahanan. Terus kita tunjukkan yang itu," ucap Dicky.
Foto: Tahanan di Mapolres Jakbar (Arief-detikcom) |
Lokasi Mapolres memang sebelahan dengan perkampungan warga di Kelurahan Slipi, R01/03, Palmerah, Jakarta Barat. Antara ruang tahanan dengan perumahan dibatasi pagar setinggi tiga meter.
detikcom mengecek ke Mapolres Jakarta Barat, tempat digergajinya terali ruang tahanan. Setelah dikelilingi, tidak terlihat terali yang digergaji. Hanya ada tambalan dari triplek diantara terali-terali. Untuk keluar dari Mapolres, Tahanan harus memanjat tembok. Tembok itu pun sudah dipasang kawat berduri.
Tak hanya itu, aksi mereka pun akan terekam oleh CCTV. Ada dua CCTV yang terpasang di dekat tembok belakang Mapolres. Setelah itu, di antara Mapolres dengan warga masih ada lahan kosong yang dipagari oleh tembok dengan beling di atasnya. (jbr/rvk)











































Foto: Tahanan di Mapolres Jakbar (Arief-detikcom)