SBY Minta Arroyo Bantu RI Bebaskan 3 WNI yang Disandera

SBY Minta Arroyo Bantu RI Bebaskan 3 WNI yang Disandera

- detikNews
Rabu, 18 Mei 2005 16:14 WIB
Jakarta - Pemerintah tampaknya tidak main-main dalam mengupayakan pembebasan tiga WNI yang disandera di Filipina. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung menelepon Presiden Gloria Macapagal Arroyo untuk membantu langkah-langkah yang kini tengah ditempuh Indonesia.Seperti diketahui, ketiga WNI tersebut disandera kelompok radikal bersenjata Jami'al Islami Southtern Mindanao. Pembicaraan antara SBY dan Arroyo, menurut Menlu Hassan Wirajuda usai bertemu SBY di Kantor Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, dilakukan Rabu (18/5/2005) siang ini. "Presiden Arroyo berjanji akan menyampaikan permintaan Presiden SBY kepada otoritas yang berwenang, seperti intelijen dan militer Filipina untuk mengupayakan pembebasan," kata Wirajuda.Selain meminta bantuan langsung kepada Arroyo, pemerintah Indonesia juga mempertimbangkan untuk mengirim tim khusus ke Filipina. Tim yang beranggotakan unsur Deplu, BIN, Polri dan Kantor Menko Polhukam ini nantinya akan melakukan pendekatan-pendekatan secara formal dan informal kepada pihak-pihak terkait di Filipina."Pendekatan formal, misalnya kepada kepolisian dan intelijen. Sementara informal ke pihak MNLF, kaum adat dan tokoh masyarakat setempat," katanya.Mengenai dana tebusan sebesar Rp 7,5 miliar yang diminta pihak penyandera, Wirajuda menyatakan, sebenarnya tuntutan itu lebih ditujukan kepada pemerintah Malaysia mengingat kapal yang disandera milik perusahaan Malaysia, dan ketiga WNI tersebut hanya awak kapal saja."Jadi tuntutan kepada pemerintah RI tidak terlalu besar," katanya. Meski begitu, lanjutnya, pemerintah tetap terbuka terhadap permintaan penyandera, terutama yang menyangkut kemanusiaan seperti obat-obatan dan pakaian.Pihak penyandera menuntut uang tebusan sebesar 100 ribu peso kepada pemerintah RI dan 3 juta ringgit kepada pemerintah Malaysia. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads