DetikNews
Kamis 14 September 2017, 13:15 WIB

Indra Piliang Terjerat Narkoba, Bamsoet: Dia Korban Pergaulan

Erwin Dariyanto - detikNews
Indra Piliang Terjerat Narkoba, Bamsoet: Dia Korban Pergaulan Politikus Golkar Bambang Soesatyo. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Politikus Golkar Indra Jaya Piliang terciduk karena mengonsumsi narkoba jenis sabu di tempat karaoke di Taman Sari, Jakarta Barat. Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku prihatin dengan kasus yang menjerat koleganya di partai.

Menurut dia, Indra Piliang adalah sosok politikus muda yang potensial, memiliki idealisme tinggi dan menjadi idola di kalangan anak muda Golkar.

"(Indra Piliang) anak muda yang memiliki idealisme tinggi dan menjadi idola di kalangan anak muda Golkar. Gagasan dan pemikirannya senantiasa mewarnai gerakan sosial partai Golkar," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/9/2017).


Ketua Komisi III DPR itu yakin, Indra Piliang cuma korban salah pergaulan. "Saya yakin dia hanya menjadi korban pergaulan dan salah memilih teman. Tidak lebih," tambah Bamsoet.

Bamsoet berharap, kepolisian bisa menangani kasus Indra Piliang dengan bijaksana. Setelah proses hukum selesai, sesuai undang-undang, Indra Piliang harus mendapatkan pembinaan dan rehabilitasi.

Indra Piliang seusai ditangkap karena mengonsumsi sabuIndra Piliang seusai ditangkap karena mengonsumsi sabu (Foto: Dok. Istimewa)

"Saya yakin IJP sebagai anak muda yang cerdas segera menyadari kekeliruannya dan meninggalkan dunia kelam tersebut," kata Bamsoet.

Sebelumnya, Indra ditangkap di Diamond Karaoke and Lounge yang berada di Jalan Blustru, Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (13/9) malam. Indra telah dites urine dan positif menggunakan narkoba. Dia ditangkap bersama 2 rekannya yaitu Romi Fernando dan M Ismail Jamani.


Polisi menyita satu set bong dan cangklong bekas pakai serta satu plastik kosong diduga bekas tempat menyimpan narkoba. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono sebelumnya mengatakan tidak ada barang bukti narkoba yang ditemukan aparat di lokasi penangkapan. Saat ini jenis yang diduga dikonsumsi ketiganya sedang didalami penyidik.

"Barang buktinya kan tidak ditemukan. Jadi sekarang penyidik sedang mendalami," jelas Argo.


(erd/dkp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed