DetikNews
Kamis 14 September 2017, 11:07 WIB

Korban Obat Terlarang PCC di Kendari Tambah Jadi 50 Orang

Sitti Ha - detikNews
Korban Obat Terlarang PCC di Kendari Tambah Jadi 50 Orang Korban narkoba di Kendari (Siti Harlina/detikcom)
FOKUS BERITA: Heboh Obat Terlarang PCC
Kendari - Kejadian warga Kendari menjadi korban obat PCC semakin parah. Jumlah korban bertambah jadi 50 orang.

Sepertinya pemda harus segera mengambil langkah tegas atas penyalahgunaan narkoba yang saat ini sedang terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kepala BNN Kota Kendari, Murniaty menegaskan keadaan tersebut sudah masuk dalam kategori darurat.

Informasi yang dihimpun dari BNN Kota Kendari, jumlah korban yang menggunakan obat PCC tersebut hingga malam hari telah bertambah menjadi 50 orang.

"Awalnya, ada 30 orang yang menjadi korban dari penyalahgunaan obat terlarang, namun hingga malam hari, penelusuran kami di lapangan sudah bertambah menjadi 50 orang," jelasnya saat dihubungi detikcom, Rabu (13/9/2017) malam.

Dikatakannya, 20 korban susulan tersebut sebagian besar merupakan mahasiswa yang berdomisili di Kendari Permai dan Kambu. Seluruh korban dilarikan di Rumah Sakit Jiwa Kendari untuk segera mendapatkan pertolongan.

BACA JUGA: 30 Remaja di Kendari Konsumsi Obat Terlarang, 1 Orang Tewas

"Hingga saat ini, jumlah korban yang dirawat di RSJ yakni 32 orang, sementara lainnya tersebar di beberapa rumah sakit seperti Bhayangkara, Korem dan beberapa rumah sakit lagi," ujarnya.

Beberapa gejala yang dialami oleh korban seperti wajah memerah, mencak-mencak dan berhalusinasi. Namun Murni belum bisa mengatakan bahwa obat yang dikonsumsi tersebut masuk dalam jenis flaka.

"Kalau Flaka belum masuk di Kota Kendari, diduga obat yang dikonsumsi ini dimixed dengan beberapa obat lainnya sehingga menyebabkan efek seperti yang dialami korban. Tapi saya juga belum bisa memberikan keterangan terkait obat apa yang digunakan karena belum ada bukti obatnya," terangnya.

Kejadian tersebut telah memakan hingga 50 korban dalam waktu hampir bersamaan. BNN juga masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut dengan melibatkan pihak kepolisian.

"Kejadian ini sudah di luar dugaan kami, kami masih melakukan pengembangan kasus, karena sebagian korban juga ada yang menyebutkan dari mana diperoleh obatnya," ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh orang tua, untuk melakukan pengawasan kepada anak, agar tidak menerima pemberian dari orang yang tidak dikenal. Mereka harus berhati-hati atas tawaran yang diberikan karena bisa jadi apa yang diberikan tersebut akan membahayakan. Atas kejadian ini, seorang siswa SD dengan inisial R telah meninggal.
(fay/imk)
FOKUS BERITA: Heboh Obat Terlarang PCC
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed