Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyinggung Politikus Golkar Ali Mochtar Ngabalin yang orasi dalam aksi demo di Istana Presiden. Tito pun membandingkan Orde Baru dengan setelah reformasi saat ini.
"Zaman dulu kalau bang Ali Ngabalin demo-demo depan Istana, besoknya sudah ke Kramat 7," kata Tito saat menjadi pembicara di Seminar Partai Golkar di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).
Tito pun mengaku pernah memantau Ali Mochtar saat aksi demo di Istana Presiden. Dalam orasinya, Tito mendengarkan orasi Ali Mochtar di Posko Polisi yang berada di Monas.
"Tapi kemarin kita bisa lihat dengan bebasnya bang Ali Ngabalin ngomong gini, gini, gini, saya ngintipin saja, ada salahnya nggak ini. Di Monas di posko di situ semua kamera bisa dilihat, kata-katanya apa. Kita lihatin salah nggak nih kawan. Kalau salah kita angkat dia ini," canda Tito yang diikuti para kader Golkar, termasuk Ali.
Menurut Tito, tak ada salahnya dalam orasi yang dilakukan Ali Mochtar Ngabalin. Setelah aksi demo, Ali Mochtar menghubungi Tito untuk berkomentar isi orasinya.
"Canggihnya kawan kita ini nggak ada salahnya. Abis marah-marah, nyebut nama pemerintah dan presiden, selesai itu WA lagi," kata Tito.
"Gimana kakak? Bagus tidak?" ucap Tito menirukan Ali Mochtar.
"Saya bilang, sudah mantap dalam koridor hukum," jawab Tito.
(fai/elz)
"Zaman dulu kalau bang Ali Ngabalin demo-demo depan Istana, besoknya sudah ke Kramat 7," kata Tito saat menjadi pembicara di Seminar Partai Golkar di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).
Tito pun mengaku pernah memantau Ali Mochtar saat aksi demo di Istana Presiden. Dalam orasinya, Tito mendengarkan orasi Ali Mochtar di Posko Polisi yang berada di Monas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tito, tak ada salahnya dalam orasi yang dilakukan Ali Mochtar Ngabalin. Setelah aksi demo, Ali Mochtar menghubungi Tito untuk berkomentar isi orasinya.
"Canggihnya kawan kita ini nggak ada salahnya. Abis marah-marah, nyebut nama pemerintah dan presiden, selesai itu WA lagi," kata Tito.
"Gimana kakak? Bagus tidak?" ucap Tito menirukan Ali Mochtar.
"Saya bilang, sudah mantap dalam koridor hukum," jawab Tito.











































