Mayoritas Anggota DPR Bolos, Sidang Paripurna Diskors
Selasa, 17 Mei 2005 15:25 WIB
Jakarta - Anggota DPR memang masih perlu disentil. Bayangkan saja, sidang paripurna ke-11 hanya dihadiri seratusan orang. Setelah dipaksakan berjalan di tengah jalan, sidang pun akhirnya diskors. Sidang ini digelar di Gedung Nusantara, gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (17/5/2005). Agenda utama sidang membahas laporan kunjungan kerja masing-masing komisi. Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Zainal Ma'arif. Saat pembukaan sidang, ada sekitar 280 anggota dari sekitar 500 anggota DPR. Masih lumayan banyak. Sebelum memasuki agenda utama, sidang membahas terlebih dulu RUU Guru dan RUU tentang perubahan atas UU nomor 7 tahun 1989 tentang peradilan agama. Semua fraksi memberikan tanggapan atas kedua RUU itu. Pembahasan kedua RUU itu selesai sekitar pukul 13.10 WIB. Nah, saat itu, jumlah anggota DPR yang tetap bertahan di dalam ruang sidang jauh berkurang. Dalam hitungan wartawan, hanya ada sekitar 100 anggota DPR saja. Akhirnya, melihat para anggota DPR banyak yang kabur, pimpinan sidang menawarkan kepada peserta sidang apakah sidang perlu dilanjutkan atau tidak. Sebab, sidang belum menyentuh agenda utama, yaitu pembahasan laporan kunjungan masing-masing komisi saat masa reses lalu. Lemparan Zainal Ma'arif ini ditangkap manis oleh Wakil Ketua FPDIP Panda Nababan. Dia meminta agar sidang diskors dan dilanjutkan Rabu (18/5/2005). Panda melontarkan alasan yang menarik. "Rapat ditunda besok saja, karena hampir semua komisi pada pukul 14.00 WIB akan ada rapat," kata Panda. Usulan Panda Nababan ini disepakati oleh para anggota DPR yang masih tersisa di ruang sidang. Akhirnya, Zainal Ma'arif mengetukkan palu sebagai tanda sidang ditutup dan dilanjutkan pada esok hari. Pantauan wartawan, pada pukul 14.00 WIB, hanya ada tiga komisi yang secara tertulis memiliki agenda rapat. Komisi VI akan melakukan audiensi dengan Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo), Komisi X akan menggelar rapat dengan Depbudpar, dan Komisi V melakukan rapat konsultasi dengan Menteri PU, Menhub, dan Meneg LH, serta Mendagri.
(asy/)











































