ADVERTISEMENT

Kakorlantas: Sistem Samsat Online untuk Hindari Pungli

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 07 Sep 2017 12:33 WIB
Foto: Polri dan 7 gubernur teken MoU Soal samsat online. (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan salah satu tujuan pemberlakuan sistem Samsat Online untuk menghindari pungutan liar atau pungli. Sebab, pembayarannya akan dilakukan online, tidak dengan transaksi tunai di kantor Samsat.

"Iya untuk menghindari pungli, kan menghindari transaksi ya. Transaksi wajib pajak dengan petugas, semua kan lewat elektronik atau online pembayarannya," kata Royke usai acara Penandatangan MoU tentang e-Samsat di Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (7/9/2017).

Royke menerangkan teknis pelaksanaan e-Samsat yaitu bila para wajib pajak ingin membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) tak perlu datang ke Samsat asal. Royke yakin layanan e-Samsat mempermudah para wajib pajak.

"Dia (wajib pajak) boleh bayar pajak di Bandung untuk kendaraan yang dokumennya dikeluarkan Samsat Bali, dia boleh bayar di Surabaya untuk Jakarta," terang Royke.

[Gambas:Video 20detik]




Royke menjelaskan layanan sistem e-Samsat untuk sementara hanya berlaku bagi kendaraan-kemdaraan yang dokumen kendaraannya diterbitkan Samsat wilayah Pulau Jawa dan Bali. Ke depan, layanan e-Samsat akan disempurnakan ke seluruh Indonesia.

"Terkait dengan Samsat Online ini baru 7 provinsi yang terintegrasi. Ini dilakukan secara bertahap di tingkat nasional, kami mulai dengan Jawa-Bali dulu," ujar Royke.

7 Gubernur atau perwakilan gubernur menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penyelenggaraan pelayanan e-Samsat pagi ini. Ketujuh provinsi antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Banten dan Bali. (aud/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT