Saat Rocket Flare Ubah Euforia Suporter Timnas Menjadi Duka

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 05 Sep 2017 07:44 WIB
Jasad Catur Juliantono saat akan dikebumikan (Foto: Aditya Fajar Indrawan/detikcom)
Jakarta - Polisi menangkap penembak petasan yang mengakibatkan tewasnya suporter di Stadion Patriot, Bekasi. Pria bernama Andrian Rico Palupi itu ditangkap pada Minggu (3/9) malam di rumahnya.

Pengejaran terhadap pelaku sudah dilakukan sejak tewasnya suporter bernama Catur Juliantono. Peristiwa ini terjadi saat laga uji coba Indonesia melawan Fiji pada Sabtu (2/9) sekitar pukul 18.00 WIB.


Petasan jenis rocket flare tersebut meledak di wajah Catur. Hal ini menyebabkan Catur mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RS Mitra Keluarga, Bekasi Barat. Namun, saat tiba di rumah sakit sekitar pukul 18.20 WIB, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Catur dikenal sering Catur dikenal setia mendukung Timnas Indonesia. Dia meninggalkan seorang istri dan anak berusia 3 tahun Foto: Aditya Fajar Indrawan/detikcom

"Kembang api rocket flare mengenai bagian mata dan meledak di korban," Kapolres Kota Bekasi Hero Henrianto Bachtiar di Mapolres Bekasi Kota, Bekasi Selatan, Senin (4/9).

Hero mengatakan, dari keterangan pelaku, rocket flare itu ditembakkan ke arah lapangan. Namun tembakan tersebut berubah arah ke tribun timur dan mengenai korban.


Penyelidikan polisi menunjukkan rocket flare ditembakkan ke arah vertikal. Arah rocket flare kemudian melenceng karena arah angin.

"Flare rocket merupakan sinyal untuk SOS, dan jarak tembaknya mencapai 250 sampai 300 meter. Artinya, kalau ditembak vertikal, sasarannya memang ke lapangan," paparnya.

Dalam kasus ini, polisi sempat memeriksa sebanyak empat saksi kunci. Polisi mengenakan laporan tipe A karena pihak keluarga korban menolak melakukan autopsi atas jasad korban.


Pelaku sempat hendak hilangkan barang bukti saat korban sudah dilarikan ke RS karena terkena ledakan petasanPelaku sempat hendak hilangkan barang bukti saat korban sudah dilarikan ke RS karena terkena ledakan petasan (Edo-detikcom)

"Kita kenakan laporan tipe A karena keluarga korban tetap menolak autopsi. Kita takutkan dalam persidangan ini menjadikan celah hukum," ungkapnya.

Tersangka sempat mencoba menghilangkan barang bukti. Hal ini dilakukan ketika korban telah dibawa menggunakan ambulans sesaat terkena ledakan petasan tersebut. Pelaku juga sempat berusaha menghilangkan jejak.

"Sesampai di rumah, tersangka berusaha menghilangkan barang bukti dengan membakar kaus warna hitam yang dipakainya sewaktu menyalakan rocket flare. Pelaku ketakutan mengetahui korban meninggal dunia," ujarnya.


Diketahui, pelaku membeli petasan tersebut dari toko online beberapa bulan lalu. Rocket flare itu dibeli untuk merayakan euforia pertandingan timnas di Stadion Patriot Candrabhaga.

Pelaku beli rocket flare pada Mei lalu lewat toko online yang akan dinyalakan saat Timnas Indonesia berlagaPelaku beli rocket flare pada Mei lalu lewat toko online yang akan dinyalakan saat Timnas Indonesia berlaga untuk euforia (Edo-detikcom)

"Tersangka memperoleh dari Bukalapak, toko online," ujar Hero.

Polisi memberi apresiasi terhadap suporter timnas lain yang membantu penyelidikan. Terlebih dengan adanya video viral yang diunggah ke YouTube.


"Ada tayangan penonton yang melihat ada bunga api jalan atas tribun," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Catur tewas dalam ledakan petasan di bangku tribun selatan saat menyaksikan laga uji coba Indonesia versus Fiji di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (2/9). Catur meninggalkan istri dan seorang putra yang masih berusia 3 tahun. (jbr/bis)