DetikNews
Senin 04 September 2017, 18:25 WIB

Cerita Keluarga Soal AM yang Pernah Dipukul Pegawai BNN Indria

Farhan - detikNews
Cerita Keluarga Soal AM yang Pernah Dipukul Pegawai BNN Indria Foto: dok. Instagram
Bogor - Keluarga Abdul Malik Azis alias AM mengatakan AM tidak punya niat menghabisi nyawa istrinya, Indria Kameswari (38). Keluarga memandang AM hanya melakukan pembelaan diri sesaat sebelum kejadian.

"Saya mohon maaf, atas nama keluarga mohon maaf kepada BNN, dan ini tolong, dan ini mohon dilakukan seadil-adilnya. Jangan didahulukan masalah korps, karena ini kan masalah pribadi, antara Pak Malik (AM) dan Indria. Karena psikologis, adik saya setelah menikah dengan Indria sangat berubah," kata Siti Nuraini, kakak kandung AM, saat ditemui di Mapolres Bogor, Senin (4/9/2017).

Menurut Siti, AM merupakan suami kelima Indria setelah berstatus janda. Kesehariannya, AM bekerja sebagai kontraktor perumahan.

"Adik saya itu duda satu kali, kalau Ibu Indria janda 4 kali. Jadi adik saya itu suami kelima Ibu Indria. Pekerjaan adik saya itu wiraswasta, di perumahan, kontraktor, dia (AM) tidak pernah jadi anggota," ungkap Siti.
Cerita Keluarga Soal AM yang Pernah Dipukul Pegawai BNN IndriaKeluarga AM, pembunuh Indria mendatangi Polres Kabupaten Bogor (Farhan/detikcom)

Siti menyampaikan permohonan maaf atas apa yang dilakukan AM. Siti juga mengatakan AM kerap mengalami penganiayaan oleh Indria selama menikah. AM juga kerap mendapat ancaman dari Indria.

"Pernah tanggal 23 bulan 2 tahun 2016 itu, muka adik saya memar-memar. Saya tidak terima kan, saya bawa visum itu adik saya. Tapi pas saya mau laporkan ini Ibu Indria, adik saya melarang. Ya sudah, waktu itu kami diam, tapi kami punya bukti visum," ujar Siti.

"Saya cuma tahu konflik keluarganya. Saya sering kasih masukan, kalau rumah tangga begitu, ya tinggalkan. Adik saya sering dipukul sama Indria," tambahnya.

Keluarga AM meyakini AM tidak punya niat menghabisi nyawa istrinya. Keluarga percaya AM nekat membunuh Indria karena untuk membela diri.

"Kalau saya tidak tahu, kalau soal percaya atau tidak, saya berdasarkan hukum yang ada saja. Saya tidak bisa memvonis orang begini dan begitu. Yang saya tahu, yang adik saya alami itu seperti itu. Ada kemungkinan adik saya membela diri," imbuhnya.

AM berkomunikasi dengan keluarga terakhir kali pada Kamis, 31 Agustus lalu, di rumah keluarga di Jalan Warakas 1, Jakarta Utara. Saat itu AM datang untuk meminta sertifikat rumah untuk suatu keperluan.

"Ketemu terakhir itu malam takbiran, dia minta sertifikat rumah yang di Warakas itu. Itu rumah dijaminkan, katanya mau dijual juga. Saya sama keluarga baru sampai di rumah, dari masjid, ada potong kurban, kan. Tiba-tiba ada polisi datang dan kasih tahu kalau Indria meninggal, dan pelakunya katanya suaminya, adik saya," ucapnya.
(nvl/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed