Pelempar Petasan ke Suporter Timnas Coba Hilangkan Barang Bukti

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 04 Sep 2017 18:18 WIB
Polisi menggelar jumpa pers soal pelempar petasan yang menewaskan suporter timnas. (Edo/detikcom)
Jakarta - Tersangka penembak rocket flare saat laga Indonesia versus Fiji di Stadion Patriot, Bekasi, berhasil ditangkap polisi. Tersangka atas nama Andrian Rico Palupi itu sempat mencoba menghilangkan barang bukti.

"Tersangka sempat mendatangi lokasi jatuhnya rocket flare yang diluncurkan, saat itu tersangka sempat melihat korban sudah dibawa dan langsung dimasukkan ke ambulans," ujar Kapolres Kota Bekasi Hero Henrianto Bachtiar di Mapolres Bekasi Kota, Bekasi Selatan, Senin (4/9/2017).



Hero mengatakan, begitu tahu ada korban tewas, pelaku langsung pulang ke rumah. Andrian juga berusaha menghilangkan jejak.

"Sesampai di rumah, tersangka berusaha menghilangkan barang bukti dengan membakar kaus warna hitam yang dipakainya sewaktu menyalakan rocket flare. Pelaku ketakutan mengetahui korban meninggal dunia," ujarnya.

Hero mengatakan, terkait kasus ini, polisi telah memeriksa 4 saksi kunci. Meski begitu, keluarga korban, yakni Catur Julianto, tetap menolak dilakukan autopsi.

"Kita kenakan laporan tipe A karena keluarga korban tetap menolak autopsi. Kita takutkan dalam persidangan ini menjadikan celah hukum," pungkasnya.



Rico sendiri ditangkap di rumahnya, Minggu (3/9) malam. Saat ditangkap di rumah orang tuanya, tersangka tidak melakukan perlawanan.

"Ditangkap tadi malam tanpa perlawanan, lagi ngaso-ngaso yang bersangkutan," papar Hero.

Hero mengatakan, dari keterangan tersangka, rocket flare itu ditembakkan ke arah lapangan. Namun tembakan tersebut berubah arah ke tribun timur dan mengenai korban.

"Kembang api rocket flare mengenai bagian mata dan meledak di korban," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Catur tewas dalam ledakan petasan di bangku tribun selatan saat menyaksikan laga uji coba Indonesia versus Fiji di Stadion Patriot, Bekas, Sabtu (2/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Catur meninggalkan istri dan seorang putra yang masih berusia 3 tahun. (rvk/rvk)