Prosesi adat juga dilakukan di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta selatan, Sabtu (2/9/2017). Adat Solo dipilih karena istri Jenderal BG, Susi Budi Gunawan, berasal dari daerah tersebut.
Kedua mempelai memulai prosesi adat dengan panggih, yang berarti 'pertemuan'. Kedua mempelai saling melempar atau balangan (melempar) gantal yang berisi daun sirih, kapur sirih, dan lainnya.
Keduanya saling melempar gantal. (Nur Indah Fatmawati/detikcom) |
Setelah itu, kedua mempelai diantarkan ke pelaminan oleh Komjen Buwas dan istrinya. Nindy dan Vino dibalut dengan kain merah untuk menyatukan mereka, Komjen Buwas berjalan di depan.
Setelah mempelai naik pelaminan, ada prosesi mangku, yakni ketika Buwas memangku putri dan menantunya. Istri Buwas kemudian bertanya, mana yang lebih berat?
"Sama berat. Tidak ada beda," kata Buwas, yang berarti kasih sayangnya sama beratnya antara kepada sang putri dan menantunya.
Mereka kemudian minum teh poci bersama. Setelah itu, kedua mempelai sungkeman ke orang tua dan mertua masing-masing.
Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom |












































Keduanya saling melempar gantal. (Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom