Kemendes dan BPK Tinjau Data ke Lombok, Ada Uang 'Fun' Rp 3 Juta

Kemendes dan BPK Tinjau Data ke Lombok, Ada Uang 'Fun' Rp 3 Juta

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 31 Agu 2017 00:43 WIB
Kemendes dan BPK Tinjau Data ke Lombok, Ada Uang Fun Rp 3 Juta
Ilustrasi suap di Kementerian Desa PDTT (Ilustrator: Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta - KPK mempertanyakan dana operasional yang dikeluarkan Kemendes PDTT saat melakukan peninjauan data bersama BPK ke Lombok, NTB. Termasuk soal uang 'fun' sebesar Rp 3 juta.

"Tinjau lapangan ambil data?" tanya jaksa saat menampilkan data anggaran kunjungan ke Lombok dalam sidang terdakwa Jarot Budi Prabowo dan Sugito di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

"Iya ambil data," jawab tenaga honorer Kemendes PDTT Ighfirli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jaksa heran dengan angka pengeluaran yang cukup besar. Jaksa juga menanyakan apakah pengeluaran anggaran ini dilaporkan kepada Kabrio Keuangan dan BMN Kemendes Ekatmawati.

"Jadi ini dilaporkan kepada Bu Eka gak? Kok angkanya begini ya," tanya jaksa.

"Saya laporkan kepada Pak Jarot," jawab Ighfirli. Jarot Budi merupakan Kepala Bagian TU dan Keuangan Itjen Kemendes PDTT.

Dalam catatan yang ditampilkan jaksa, terlihat biaya refleksi Rp 300 ribu, rafting Rp 900 ribu, fun Rp 3 juta, membeli sendal disiapkan Rp 5 juta. Sebagian anggaran itu untuk peninjauan ke Gili Trawangan, Lombok, NTB.

"Maksud fun di sini apa? Karokean juga ya," tanya jaksa.

"Kalau karokean iya," jawab Ighfirli.


Ighfirli menjelaskan peninjauan dilakukan bersama tim pendamping, Auditor BPK Chairul Anam dan Jarot Budi.

"Ada jalan-jalan. Saya, Pak Jarot, dan tim, dan Pak Anam," kata Ighfirli.


Jaksa juga heran karena lebih banyak jalan-jalan daripada bekerja mencari data. Apalagi banyak foto di tempat wisata dalam perjalanan tersebut.

"Lebih banyak aktivitas jalannya kan dari pada pengumpulan data?" tanya jaksa.

"Lebih banyak pengumpulan data. Jalan-jalan sambil lewat," elak Ighfirli. (fai/rna)


Berita Terkait