DetikNews
Rabu 30 Agustus 2017, 12:45 WIB

Bunda Sitha, Si Cantik 'Kutu Loncat' yang Terjaring OTT KPK

Elza Astari Retaduari - detikNews
Bunda Sitha, Si Cantik Kutu Loncat yang Terjaring OTT KPK Foto: Dok. Pribadi/ Facebook Bunda Sitha
Jakarta - Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno diketahui kerap berpindah-pindah partai. Kini, perempuan yang akrab disapa Bunda Sitha itu terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Sitha dilantik sebagai Wali Kota Tegal pada 23 Maret 2014. Bersama pasangannya, Nursoleh, Sitha diusung oleh Partai Golkar dalam Pilwalkot Tegal 2013. Keduanya mengungguli pasangan Ikmal Jaya-Edy Suripno.

Sebelum dilantik menjadi wali kota, Sitha diketahui mendaftar sebagai caleg di Pemilu 2014. Bunda Sitha mengajukan diri sebagai bakal calon anggota DPR dari Partai NasDem.


Bahkan dokumentasi Daftar Riwayat Hidup Bakal Calon Anggota DPR (Model BB-11) milik Sitha masih ada di website KPU. Model BB-11 milik Bunda Sitha diteken oleh Ketum NasDem Surya Paloh dan Patrice Rio Capella, yang saat itu masih menjabat Sekjen NasDem.

Cap dan keterangan nama NasDem juga terpampang jelas pada dokumen itu. Diketahui, Sitha maju sebagai caleg dari Dapil Jawa Barat X pada 2014.

[Gambas:Video 20detik]

Pindah-pindah partai seperti ini identik dengan istilah 'kutu loncat'. Banyak politikus, termasuk di daerah, yang melakukan ini untuk mengejar angan-angannya. Salah satunya untuk maju dalam pilkada.


Wakil Sitha, Nursoleh, sendiri merupakan kader Golkar dan pernah tercatat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Tegal. Sitha dan Nursoleh dikabarkan tidak akur meski sama-sama memimpin Kota Tegal.

KPK mengonfirmasi penangkapan Bunda Sitha terkait suap di sektor kesehatan. Dugaan sementara penangkapan terkait kasus pembangunan fisik Ruang ICU Kardinah.

Dalam dokumen daftar riwayat hidupnya, Sitha menuliskan soal riwayat perjuangannya. Banyak kegiatan dia yang terkait dengan sektor kesehatan. Mulai dari penyuluhan kanker mulut rahim, penyuluhan bahaya merokok, pengobatan gratis, hingga seminar-seminar kedokteran.


Tak hanya itu, Sitha pun diketahui memiliki riwayat pendidikan yang cukup memukau. Dia adalah lulusan School of Hotel Administration, Cornell University, Amerika Serikat. Sitha juga menempuh pendidikan di Steigenberger Hotelfachschule, Bad Reichenhall, Muenchen, Jerman.

Dia pun menempuh pendidikan sekolah menengahnya di Belanda, Bangkok, dan Palembang. Sekolah dasarnya, selain di Palembang, dia tempuh di Frankfurt, Jerman.

Riwayat pekerjaannya tak kalah hebat. Sitha pernah menjadi president director hingga komisaris di beberapa perusahaan multinasional.


Mendagri Tjahjo Kumolo sudah angkat bicara soal OTT terhadap Bunda Sitha ini. Mengaku mengenal baik, dia menyatakan prihatin atas kasus OTT yang terjadi pada Sitha.

"Sedih, prihatin. Saya kenal baik, tidak menyangka. Introspeksi bagi semuanya, khususnya saya, untuk lebih memahami terkait area rawan korupsi," tutur Tjahjo.


Tjahjo pun menunggu langkah KPK selanjutnya. Bila Sitha ditahan, Kemendagri akan menunjuk Nursoleh menjadi Plt Wali Kota Tegal.

"Nunggu pengumuman resmi KPK saja dulu. Kalau langsung ditahan KPK, segera Kemendagri menunjuk wakil wali kota sebagai Plt (pelaksana tugas) agar jalannya pemerintahan di pemerintahan kota tetap berjalan seperti biasa," ujar Tjahjo kepada wartawan, Rabu (30/8).
(elz/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed