DetikNews
Senin 28 Agustus 2017, 10:09 WIB

Hattrick! 3 Dirjen Kemenhub di Pusaran Korupsi

Andi Saputra - detikNews
Hattrick! 3 Dirjen Kemenhub di Pusaran Korupsi
Jakarta - KPK menggenapkan penyidikan 3 kasus korupsi terhadap pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Tiga kasus korupsi itu masing-masing melibatkan pejabat setingkat direktur jenderal (dirjen). Hattrick!

Dirjen Kemenhub pertama yang dijerat KPK adalah Soemino Eko Saputro, yang saat itu menjabat Dirjen Perkeretaapian. Soemino ditahan KPK pada Maret 2011. Kasus yang menyeretnya ke pusaran korupsi adalah proyek pengadaan kereta api listrik bekas dari Jepang senilai Rp 48 miliar.


Pemerintah membeli puluhan unit KRL dan mulai dikirim 60 unit kereta sejak November 2006. Selidik punya selidik, proyek itu mengalami penyelewengan dan merugikan keuangan negara dalam jumlah yang besar, yaitu Rp 20 miliar. Soemino pun duduk di kursi pesakitan. Akhirnya, Soemino dihukum 3 tahun penjara pada November 2011.

Yang kedua, Bobby Reynold Mamahit, yang dijerat KPK sebagai tersangka ketika menjabat Dirjen Hubla Kemenhub. Dia diduga menerima suap dari rekanan terkait korupsi proyek pembangunan balai pendidikan dan pelatihan ilmu pelayaran (BP2IP) di Sorong, Papua, dengan nilai proyek Rp 40 miliar. Korupsi itu ia lakukan saat menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub.
Hattrick! 3 Dirjen Kemenhub di Pusaran KorupsiBobby Manahit (dok. detikcom)

Suap diberikan dalam beberapa kali setoran. Pertama, dia menerima USD 20 ribu yang diserahkan di kantor BPSDM Kemenhub, Jakarta Pusat. Lalu, dia menerima lagi uang Rp 200 juta dalam pecahan dolar AS pada 18 November 2011 dan sebulan setelah itu Rp 100 juta, yang diserahkan di sejumlah tempat. Total ia menerima suap Rp 480 juta.

Bobby menyusul Soemino duduk di kursi pesakitan. Akhirnya, Bobby dihukum 5 tahun penjara.

Kasus telak terakhir adalah saat Dirjen Hubla pengganti Bobby, Antonius Tonny Budiono, tertangkap tangan KPK menerima suap terkait perizinan serta proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Tidak tanggung-tanggung, KPK mengantongi bukti lebih dari Rp 20 miliar dari tangan Tonny.

Tonny, yang juga Ketua Tim Saber Pungli di Kemenhub, malah harus meringkuk di penjara. Tonny menerima uang dari Adiputra Kurniawan, Komisaris PT AGK (Adhi Guna Keruktama), yang mengerjakan pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Si pemberi suap, Komisaris PT AGK (Adhi Guna Keruktama) Adiputra Kurniawan, juga ditahan KPK.

Apakah Tonny menjadi pejabat Kemenhub terakhir yang ditangani KPK?
(asp/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed