DetikNews
Senin 28 Agustus 2017, 08:30 WIB

Tiga Kata Kecewa Jokowi untuk Suap Fantastis Dirjen Hubla

Dhani Irawan - detikNews
Tiga Kata Kecewa Jokowi untuk Suap Fantastis Dirjen Hubla Dirjen Hubla nonaktif Antonius Tonny Budiono ketika ditahan KPK (Foto: Grandyos Zafna MM/detikcom)
Jakarta - Rp 20,7 miliar adalah hitungan awal KPK atas duit suap yang diduga diterima Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubla Kemenhub) nonaktif Antonius Tonny Budiono. Ini merupakan angka terbesar suap yang berhasil diungkap KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT) sejauh ini.

Sangat mengecewakan menjadi kata-kata yang diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap tindakan Tonny. Berkali-kali Jokowi memberi peringatan tegas agar para pejabat menjauhi segala perilaku koruptif, tapi tampaknya tak juga diindahkan.


"Sangat mengecewakan, sangat mengecewakan," ucap Jokowi ketika dimintai tanggapan atas kasus yang diungkap KPK itu, Minggu (27/8) kemarin.

Jokowi pun menyinggung soal integritas dan moralitas pejabat. Kemudian lagi-lagi, Jokowi kembali tak kuasa memendam kekecewaannya atas perilaku koruptif itu.

"Ini terkait dengan integritas moralitas dari pejabat kita. Yang sudah ditangkap baik OTT (operasi tangkap tangan) atau Saber Pungli kan sudah bukan puluhan, sudah ratusan atau mungkin bahkan ribuan. Tapi menyangkut orang kan. Ya sangat-sangat mengecewakan," kata Jokowi.


Sebelumnya diberitakan, Tony menerima suap yang jumlahnya mencapai Rp 20,7 miliar. Tonny menerima uang dari Adiputra Kurniawan, Komisaris PT AGK (Adhi Guna Keruktama), yang mengerjakan pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabar terakhir, KPK menggeledah mes tempat tinggal Tonny. Sebanyak 50 benda dari keris hingga tombak disita penyidik KPK.


"Dari mes perwira Ditjen Hubla di Gunung Sahari, hari Jumat (25/8), penyidik menemukan sekitar 5 buah keris, 1 tombak, lebih dari 5 jam tangan, dan lebih dari 20 cincin dan batu akik dengan ikatan yang diduga emas kuning dan putih. Total sekitar 50 item yang disita," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (26/8).



Mes itu digunakan Tonny untuk menyimpan uang dengan total Rp 18,9 miliar dalam 33 tas. Sedangkan, sisa uang suap yaitu Rp 1,174 miliar disebut KPK berada di dalam tabungan Tonny.


Uang di dalam 33 tas itu terdiri dari 7 mata uang. Ada 7 mata uang yaitu dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), Poundsterling (GBP), Vietnam Dong (VND), Euro, Ringgit Malaysia (RM), dan Rupiah (IDR).

Berikut rinciannya:

- USD 479.700
- SGD 660.249
- GBP 15.540
- VND 50.000
- Euro 4.200
- RM 11.212
- IDR 5.700.000.000

Tiga Kata Kecewa Jokowi untuk Suap Fantastis Dirjen HublaFoto: Infografis oleh Mindro Purnomo/detikcom

(dhn/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed