Hal itu disampaikan Pramono di depan 1.745 wisudawan UMM di UMM Dome, Malang, Jatim, Sabtu (26/8). Menurutnya, apa yang ditunjukkan UMM merupakan bagian revolusi mental.
"Saya sungguh terharu melihat dirigen tadi. Simbol pendidikan karakter ini sejalan dengan tujuan pemerintah," ujar Pramono dalam rilisnya, Minggu (27/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu, pemuda dituntut kreatif, inovatif, dan menjadi generasi yang optimis," imbuh Pramono.
Dalam orasi ilmiahnya, Pramono turut memberikan motivasi kepada wisudawan. "Sebagai fresh graduate, wisudawan bisa memilih menjadi PNS, pegawai swasta, atau entrepreneur. Tapi, yang paling penting ialah spirit memanfaatkan kesempatan di era milenium ini sangat tak terbatas," tuturnya.
Menurutnya, kreativitas adalah hal yang paling utama. Ia mengajak wisudawan merubah pola pikir dan berani menggapai cita-cita.
"Saudara punya kesempatan itu. Sebagai pemuda, kreativitas jadi hal utama. Orang yang tak punya mimpi, maka ia kehilangan fighting spirit. Sekarang, terwujud atau tidaknya mimpi tergantung pada kalian," kata dia.
"Doa orang tua dan kerja keras adalah yang utama. Cara berpikir zaman saya dan saudara sudah jauh berbeda, jadi cara berpikir saudara tak boleh terbelenggu aturan dogmatis. Bermimpilah jadi apa saja," tutupnya. (dkp/dkp)











































