"(Yang) Rusak kan dua penyangga dari enam yang ada. Posisinya miring, belum diperbaiki. Tapi penyangga sementara (seperti dudukan) sudah kami siapkan. Itu tujuannya saat diperbaiki lebih mudah dan supaya tidak tambah miring," kata Hermansyah saat dihubungi detikcom, Jumat (25/8/2017).
Dia mengatakan banyak masyarakat tidak tahu kondisi tangki tidak roboh atau patah. Selain itu pihak Pertamina juga sudah melakukan tindakan pertama paska rusaknya penyangga tersebut, tahap awal adalah mengosongkan tangki serta memberi dudukan tangki di sisi penyangga yang rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Hermansyah mengatakan tidak tahu terkait ucapan Anggota DPR Komisi VII Dito Ganinduto terkait jarak aman depot ke permukiman penduduk 122 meter. Ia mengatakan jarak tangki menuju pagar depo saja sudah lebih dari 100 meter.
"Saya belum dengar, kami juga nggak tahu dasar Pak Dito berbicara kayak gitu. Kami belum dengar Pak Dito berbicara pernyataan tidak layak, ya kalaupun 122 meter, itu dari pagar ke tangkinya saja sudah 100 meter lebih. Kalau dari pagar depotnya mungkin nggak sampai 100 meter ya," ujar Hermansyah.
Hermansyah mengimbau masyarakat agar tidak merasa khawatir karena peristiwa ini sudah dikendalikan oleh pihak Pertamina. Mengingat kebutuhan masyarakat akan LPG, Hermansyah juga mengatakan pihaknya mengutamakan distribusi yang aman kepada masyarakat.
"Pertamina dalam setiap operasinya selalu mengedepankan aspek safety. Jadi baik dari sisi operasional reguler harian dan sarana prasarana juga kesiapan tindakan antisipasi, kita lakukan sesuai SOP-nya. Jadi masyarakat sekitar tidak perlu khawatir, semua dengan cepat kita kendalikan," tutupnya. (cim/jbr)











































