"LPG ini yang ada di sini itu sudah tidak layak digunakan, memang lokasi depot LPG sudah tidak memenuhi syarat. Lokasinya dekat dengan Pelindo, dan dengan masyarakat terlalu dekat. Karena jarak safety dengan masyarakat itu kan mestinya 122 meter. Nah ini nggak sampai 122 meter sudah ada masyarakat," kata Dito saat dihubungi detikcom, Jumat (25/8/2017) malam.
Dito meminta Pertamina untuk merelokasi depot LPG karena salah satu tiang penyangga tangki raksasa roboh. Ia juga meminta untuk menutup segera depot tersebut karena dikatakan jauh dari kata layak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kebutuhan LPG di Sulawesi Selatan tidak masalah, maka ia menegaskan Pertamina untuk mematuhi peraturan safety regulasi terkait relokasi terminal LPG. Ia juga mengatakan akan memanggil pihak Pertamina pada Senin (28/8) nanti.
"Kita minta pada Pertamina untuk menaati peraturan safety regulasi mengenai terminal LPG. Saya juga sudah terima kopi surat dari masyarakat. Senin (28/8) kita kan panggil Direktur Utama dan Direktur Pemasaran Pertamina, sudah saya jadwalkan," ujarnya.
Ia berpesan agar masyarakat tetap tenang serta menahan dulu emosinya. DPR akan berusaha meminta relokasi depot tersebut dijalankan.
"Masyarakat tenang, tahan dulu. Kami DPR akan berusaha relokasi dijalankan, dan kami minta Pertamina merealisasi aspirasi masyarakat. Kami juga minta Pertamina jangan jalankan lagi depot tersebut," tuturnya. (cim/jbr)











































