DetikNews
Sabtu 26 Agustus 2017, 08:13 WIB

Joshua March Bicara soal Garuda Pancasila yang Diremix Jadi Ajeb-ajeb

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Joshua March Bicara soal Garuda Pancasila yang Diremix Jadi Ajeb-ajeb Joshua March/Foto: dok. Screenshoot Instagram
Jakarta - Cover lagu nasional 'Garuda Pancasila' menjadi versi electronic dance music (EDM), yang dibuat oleh musisi bernama Joshua March, memicu kontroversi. Joshua kemudian memberi penjelasan soal alasan dia me-remix lagu tersebut.

"Ada beberapa lagu yang nggak boleh kayak 'Indonesia Raya'. Karena semua musik tujuannya baik, tergantung konsep, kalau musik EDM nggak perlu ditaruh di tempat mabuk-mabukan," kata Joshua saat dihubungi detikcom, Jumat (25/8/2017) malam.


Joshua mengatakan cover lagu remix-nya ini akan diputar di event Bhinneka Tunggal Ika, yang akan diselenggarakan di Bintaro, Tangsel, Minggu (27/8) nanti. Ia juga mengatakan acara tersebut terselenggara atas permintaan Presiden Joko Widodo.

"Penyelenggranya kayak komunitas gitu. Tapi disuruh Pak Jokowi juga, kayak DJ-DJ nge-remix, mungkin Pak Jokowi habis datang ke acara musik remix, jadi terinspirasi," ujarnya.



Dalam acara tersebut, kata Joshua, para musisi wajib menampilkan lagu nasional yang di-remix. Joshua mengaku cukup sulit mengaransemen lagu nasional dengan musik EDM.

"Iya lagu nasional dimintanya. Jadi ditulis di situ persatuan DJ di Jakarta nyuruh saya me-remix lagu nasional. Kesulitan mengaransemen ulang karena nggak cocok sama musik EDM. Tapi gimana caranya di-matching-matching-in saja, kesulitannya di situ," jelas Joshua.

"Menurut saya, malah bagus so far musik EDM kayak musik yang kelasnya berbeda konsep, acaranya Bhinneka Tunggal Ika, perbedaannya jadi satu, karena itu acara kenegaraan jadi mungkin harus lagu nasional," pungkasnya.
(cim/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed