DetikNews
Kamis 24 Agustus 2017, 12:52 WIB

Kasus Korupsi Alquran, Fahd: Priyo Dikasih Rp 3 Miliar

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kasus Korupsi Alquran, Fahd: Priyo Dikasih Rp 3 Miliar Fahd A Rafiq (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq mengaku menyetorkan jatah proyek di Kementerian Agama (Kemenag) ke eks Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Total uang yang diberikan untuk politikus Golkar itu sebesar Rp 3 miliar.

"Sesuai catatan, khusus Priyo dikasih Rp 3 miliar diantarkan ke rumahnya sama Dendy, Vasco, Rizky," ujar Fahd dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, JL Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2017).

Fahd mengaku memberikan jatah untuk Priyo atas perintah dari Zulkarnaen Djabar yang saat itu menjabat sebagai anggota banggar DPR. Perintah Zulkarnaen dilaksanakannya karena Zulkarnaen dianggap tokoh senior yang dihormatinya.


"(Atas perintah) Pak Zul, waktu itu dikasih tahu, 'Dinda, kita kasih ke bos (Priyo -red) biar dia makin kencang kasih ini'. Ketemu di Kalibata, di rumah dinas (Zulkarnaen)," jelas Fahd.

Kemudian Fahd menghubungi Priyo melalui aplikasi BBM. Priyo memintanya untuk menyerahkan duit ke adiknya yang bernama Agus.

"Ada komunikasi BBM, saya sampaikan 'ada pesan dari panglima untuk antar duit ke bapak'. Katanya 'kasih ke Agus'," terang Fahd.

Uang itu kemudian dia serahkan di rumah dinas Priyo dan diterima Agus. Setelah menyerahkan uang itu, Fahd mengaku bertemu dengan Priyo di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan.

"Setelah saya kasih (uang ke Agus) saya datang ke Nusantara III, tepatnya di ruang pimpinan DPR," urainya.

Fahd menambahkan dia mendapat jatah dari tiga proyek Kemenag sebesar Rp 3,411 miliar. Dari total uang yang diterimanya Rp 312 juta juga dia setorkan ke Priyo.


"Total penerimaan terdakwa Rp 3,411 miliar termasuk milik PBS (Priyo Budi Santoso)," tanya ketua majelis hakim Haryono.

"Betul Yang Mulia, termasuk punya PBS Rp 312 juta," jawab Fahd.

Fahd menyebut total duit Rp 3 miliar yang diterima Priyo juga berasal dari jatah hitungan Zulkarnaen Djabar untuk Senayan.

"Yang PBS itu dari Bang Zul, dari jatah Senayan, kan dipecah-pecah. Tidak mungkin Bang Zul memutuskan kegiatan tanpa persetujuan partai lain," jelasnya.

detikcom sudah menghubungi Priyo terkait hal ini. Namun Priyo menolak untuk berkomentar.


(ams/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed