DetikNews
Rabu 23 Agustus 2017, 19:26 WIB

Cerita Wali Kelas di TK Mexindo Soal Peristiwa Diduga Kekerasan Seksual

Farhan - detikNews
Cerita Wali Kelas di TK Mexindo Soal Peristiwa Diduga Kekerasan Seksual Wali kelas di TK Mexindo (Foto: Farhan/detikcom)
Bogor - Penjaga sekolah di TK Mexindo Bogor dipolisikan karena diduga melakukan kekerasan seksual terhadap salah satu siswi. Wali kelas siswi tersebut, Lilis menceritakan kondisi di hari yang diduga terjadi kekerasan seksual.

Dalam laporan polisi, disebutkan bahwa dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi pada hari Rabu 10 Mei 2017 sekitar pukul 11.00 WIB. Lilis menyebut pada hari itu, ibunda siswi ini terlambat datang untuk menjemput. Oleh sebab itu, siswi tersebut menunggu di dalam kelas bersama temannya.

"Hari itu (10 Mei 2017) memang siswi ini terakhir yang pulang, dia berdua sama temannya. Orangtuanya memang terlambat menjemput, tapi selama belum datang orangtuanya, kedua anak ini ada di dalam kelas. Anak ini guling-guling di lantai, naik kursi, ya gitu. Sampai maminya datang jam 11.15 WIB," kata Lilis di TK Mexindo, Bogor, Rabu (23/8/2017).



Lilis yang sudah mengajar belasan tahun di TK Mexindo ini mengaku selalu mengawasi anak-anak didiknya selama di kelas. Berdasarkan pantauannya, siswi ini adalah anak yang aktif.

"Saya selalu di kelas dan pantau anak-anak ini, saya lepas anak-anak ini kalau sudah ada orangtuanya. Sepengetahuan saya, anak ini memang orangnya aktif ya, suka naik-naik kursi, naik-naik meja, seperti itu," ungkapnya.



Menurut Lilis, siswa ini memang termasuk anak yang aktif namun tidak mudah dekat dengan orang asing. Khusus untuk siswi ini, pihak sekolah membolehkan sang ibu untuk mengantar anaknya itu hingga ke dalam kelas.

"Anak ini salaman sama guru lain saja tidak mau, kecuali sama saya, jadi tidak mungkin dia dekat dengan orang lain. Mau diajak sama orang lain, maaf informasinya kan katanya dia sempat digendong-gendong, saya kira itu nggak. Boro-boro gitu, salaman pun enggak mau. Di depan sekolah juga, tidak mau salaman sama orangtua murid yang lain," kata Lilis.

"Perlu diketahui, anak itu tidak pernah ke toilet. Karena setiap hari pakai pampers. Jadi selalu di dalam kelas. Jadi tidak mungkin dia ke toilet," tambahnya.

TK Mexindo di Bogor / TK Mexindo di Bogor / Foto: Farhan/detikcom


Namun tentu saja ini merupakan pernyataan dari sisi Lilis yang merupakan Wali Kelas. Pihak keluarga siswi tersebut berkeyakinan lain, yakni terjadi kekerasan seksual.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polresta Bogor Kota. Ada 18 saksi yang diperiksa.

"Kasusnya masih dlam penyelidikan. Kita masih dalami keterangan saksi-saksi. Ada 18 sakasi yang kita periksa, dari pihak sekolah, dan keluarga korban, termasuk terlapor dan tukang parkir sekolah," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Ahmad Choerudin, Rabu (23/8/2017).


(imk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed