DetikNews
Sabtu 19 Agustus 2017, 02:47 WIB

Polisi Indonesia di PBB Ikut Ungkap Pengedar Kokain di Haiti

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Indonesia di PBB Ikut Ungkap Pengedar Kokain di Haiti Ilustrasi (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Haiti, - Selain bertugas dalam menjaga perdamaian, pasukan PBB dari tim Garuda Bhayangkara Indonesia juga berperan dalam menjaga gangguan kriminalitas. Salah satunya seperti keterlibatan tim Individual Police Officer (IPO) di Haiti dalam pengungkapan kokain.

Untuk diketahui, Polri mengirimkan kontingen Garuda Bhayangkara di misi perdamaian PBB tidak hanya di Sudan saja. Polisi asal Indonesia juga ditugaskan di Haiti, Kamboja dan di beberapa negara berkonflik yang memerlukan campur tangan PBB.

Dalam misi penjaga stabilitas keamanan di Haiti atau Mission des Nations Unes pour la Stabilisation en Haiti (Minustah), tim IPO Polri yang secara struktur ada di bawah Biro Misi Internasional Divisi Hubinter Polri ini memiliki peran penting. Sejak 17 September 2016, total ada 13 personel Polri terdiri dari 5 Polwan dan 8 Polri di bawah komando Komandan Kontingen Garbha IV Minustah AKBP Dian Nugraha yang bertugas di Haiti.

Dalam upaya menekan angka kriminalitas di Haiti ini, tim IPO Minustah punya peranan penting tentunya. Salah satunya adalah keterlibatan dalam operasi penggerebekan jaringan pengedar kokain di perkampungan pesisir pantau Anbouchi, wilayah Morency, South Department.

"Daerah tersebut merupakan sebuah wilayah tepi pantai yang jauh dari jangkauan karena akses jalan yang buruk dan harus melewati perbukitan yang terjal. Sehingga dalam operasi tersebut, tim menggunakan drone dari kita untuk memantau objek," ujar AKBP Dian kepada detikcom, Jumat (18/8/2017).

Operasi yang digelar pada Kamis 17 Agustus 2017 waktu setempat ini dipimpin langsung oleh Deputy Police Komisariat Des Cayes, Mr Dumont dengan melibatkan 2 tim pasukan Brigade de Lutte Contre le Trafic de Stupefiants (BLTS) atau pasukan khusus anti-perdagangan narkotika Kepolisian Nasional Haiti. Penggerebekan itu juga melibatkan 2 orang penyidik kejaksaan setempat dan 3 orang UNPOL (United Nation Police) yang terdiri dari dua orang IPO Indonesia yang bertugas sebagai drone operator.

"Tugas kami sebagai drone operator adalah memetakan lokasi area yang diduga menjadi tempat penyimpanan kokain, hingga selanjutnya mengawasi melalui udara apabila terdapat kemungkinan pergerakan manusia di sekitar area perkampungan selama kegiatan operasi berlangsung," papar Dian.

Drone tersebut diterbangkan dengan jarak 1 Km dari perkampungan, sebelum tim bergerak lebih jauh untuk memastikan situasi dan akses jalan yang efektif. Sedikitnya 15 rumah warga digeledah oleh tim dan empat di antaranya kedapatan menyimpan kokain yang kemudian diamankan pasukan khusus anti-narkotika.

"Dari hasil operasi ditemukan 10 paket kecil kokain yang dibungkus rapih, dengan total sejumlah 24,5 pound atau sekitar 11,136 Kg," imbuhnya.

Tim drone operator bertugas mengawasi perkampungan selama 5 jam pelaksanaan operasi tersebut, guna memastikan pergerakan manusia dan juga keamanan selama operasi berlangsung. Operasi sukses dan berakhir pada pukul 17.25 waktu setempat dengan membuahkan penangkapan para tersangka yang terdiri dari 2 pria dan 2 wanita serta barang bukti kokain seberat 11,136 Kg.

Dalam sejarah kelam Haiti telah mengalami kudeta sebanyak 32 kali, disertai penindasan sehingga berimbas terhadap berbagai permasalahan politik, sosial dan keamanan. Puncak kemunduran besar adalah saat gempa berkekuatan dahsyat menerjang Haiti pada Januari 2010 yang ditetapkan sebagai bencana manusia terparah sepanjang sejarah.

Butuh proses panjang untuk memulihkan sendi-sendi perekonomian pada saat itu. Kemiskinan yang terjadi di Haiti berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas di Haiti.

Haiti tercatat sebagai negara termiskin di Benua Amerika, bahkan di dunia. Beberapa tahun berselang badai Mathew yang menghantam pada 4 Oktober 2016 silam, membuat kondisi dalam negeri Haiti memburuk.

Tercatat ratusan orang meninggal dunia serta ribuan orang lainnya harus kehilangan tempat tinggal akibat amukan Mathew di wilayah sebelah barat Haiti (Jeremie dan Les Cayes). Kantor UN di wilayah ini tak luput dari amukan Mathew.

Dian sendiri bertugas sebagai Operator UAV (Unmannes Aerial Vehicle) atau drone, untuk wilayah Les Cayes, South Department. Sementara drone dari IPO Polri yaitu DJI Phantom 3 Profesional dan Mavick Profesional.

"Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, kami selalu bersentuhan dengan Haiti National Police dengan melaksanakan koordinasi khususnya permintaan untuk memetakan suatu wilayah dalam rangka pelaksanaan tugas operasi Kepolisian," tandasnya.
(mei/bag)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed