"Kami hari ini hadir hanya 200 orang, tapi kami memiliki jemaah kurang lebih 10 ribu orang. Jika dalam waktu seminggu tidak mau bantu jemaah kami akan melakukan aksi nasional pada 25 Agustus mendatang," kata Advokat pro rakyat dan jemaah First Travel, Rizky di gedung DPR, Jakarta, Jumat (18/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami minta dua hal, minta Menteri Agama dan kepolisian membuka aset First Travel dan kroni-kroninya, semuanya termasuk yang digadaikan atau dibalik nama. Kedua kami minta negara hadir dalam kondisi seperti ini," jelas Rizky.
"Karena kami merasa ini sudah bukan lagi masalah sepele tapi sama dengan bencana nasional," imbuhnya.
Merespon tuntutan jemaah korban First Travel anggota Komisi VI Fraksi PPP, Mukhlisin berjanji akan mencarikan solusi bersama antara pemerintah dengan para korban.
"Kita akan mencarikan solusi bersama, tentunya ini kan kita masih menampung. Kita akan adakan rapat Fraksi untuk mencari solusi terbaik dengan Kemenag dan Pemerintah," tutup Mukhlisin. (adf/rvk)











































