Pencipta Fin Komodo Pernah Belajar Buat Pesawat dari BJ Habibie

Dewi Irmasari - detikNews
Selasa, 15 Agu 2017 19:00 WIB
Foto: BPPT Beri Penghargaan ke Pencipta Kendaraan Fin Komodo (Dewi-detikcom)
Jakarta - Pencipta kendaraan off-road utility digital Formula Indonesia (Fin) Komodo, Ibnu Susilo mengaku pernah terlibat dalam pembuatan rancangan pesawat terbang N250. Namun, Ibnu akhirnya memutuskan berhenti dari PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) karena memilih melakukan riset untuk membuat Fin Komodo.

"Pada tahun 2004, saya resign (dari IPTN), lalu mulai riset sendiri, sebuah kendaraan bernama Fin Komodo," kata Ibnu dalam sambutannya penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award 2017 (BJHTA), Selasa (15/8/2017).

Acara penghargaan itu digelar di kediaman BJ Habibie di Jl Patra Kuningan XIII, Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam sambutannya, Ibnu juga bercerita tokoh-tokoh yang mengajaknya untuk terlibat dalam pembuatan pesawat N250.

"Saat itu yang merekrut saya pertama kali Jusman Syafii Zaman. Saya ada dibimbingan Bapak Jusman Syafii Zaman," tutur Ibnu.



Ibnu mengaku banyak belajar selama bekerja di PT IPTN, namun keinginan riset mandiri membuatnya mantap memutuskan berhenti. Tak terasa kini Fin Komodo sudah menginjak usia ke-12 tahun dengan jumlah produksi 120 unit per tahun.

"Saat ini kami baru 12 tahun. Biasanya industri yang sudah mature (dewasa) itu di usia 21 tahun. Cita-cita kami di tahun 2045 sudah ada industri kendaraan sendiri," harapnya.

Merasa pernah terlibat dalam pembuatan N250, Ibnu menganggap dirinya sebagai cucu intelektual dari Habibie. "Kalau Pak Habibie ini adalah eyang. Saya cucunya sekarang," tutur Ibnu.

Ia berpesan kepada generasi muda untuk mengembangkan produk sendiri. Baginya, negara akan maju jika mampu menjadi produsen, bukan konsumen.

"Negara maju adalah negara produsen bukan konsumen, jadi di situ produk harus dikembangkan sendiri. Kalau kita sudah membuat produk sendiri, insyaAllah kita akan menjadi negara yang maju," pesan Ibnu.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Kepala BPPT Unggul Priyanto, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, dan Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie.

Fin Komodo adalah kendaraan off-road utility vehicle yang digunakan sebagai alat transportasi pada daerah non-infrastruktur. Desain Fin Komodo dibuat untuk berbagai misi, khususnya pada daerah tertinggal, pedesaan, perkebunan, kehutanan, pertambangan, untuk TNI/Polri, misi kesehatan, rekreasi, dan beberapa fungsi lainnya.

Fin Komodo bisa berfungsi sebagai kendaraan perintis pembuka jalur dari semak-semak. Di medan hutan, Fin Komodo mampu menempuh jarak 100 kilometer dalam waktu 6-7 jam. Kapasitas tangki yang dimiliki Fin Komodo cukup besar hingga 20 liter.

Saat ini Fin Komodo sudah diproduksi secara massal di bawah naungan PT Fin Komodo Teknologi. (irm/ams)