"Jadi kalau Pak Anies jadi presiden, pasti bukan untuk 2019. Apakah 2024? Nantilah," ujar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017).
Menurut Hidayat, Anies sangat paham soal amanah memimpin DKI hingga masa jabatannya berakhir. Jika Anies tiba-tiba memutuskan masuk pusaran Pilpres 2019, PKS memastikan tak akan mengusungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat punya pesan untuk Anies: selesaikan dulu tugas sebagai Gubernur DKI, barulah berpikir soal lain. Pilpres, misalnya.
"Itu amanah sejak awal. Sejak jadi gubernur sampai 2022," tutur Hidayat.
Doa Mardani untuk Anies menjadi bos Mendikbud diutarakannya dalam acara silaturahmi relawan Anies-Sandi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (13/8) kemarin. Mardani lalu menyinggung kiprah Joko Widodo sebelum menjadi Presiden Indonesia saat ini. Waktu itu, Jokowi tak sampai selesai mengemban tugas sebagai Gubernur DKI dan memilih maju dalam Pilpres 2014.
"Ya kan setiap kepala daerah punya peluang jadi presiden. Jokowi saja berpeluang. Tapi kan kapan waktunya, selesaikan DKI dulu," sebut Mardani.
"Jokowi juga dulu nggak berminat naik, tapi ketika ada partai, ya ketika itu didorong, ya kan kita tidak tahu, takdir orang sudah tertulis di lauhul mahfuz," imbuh anggota DPR itu. (gbr/rna)










































