Haris menyebut ada tiga poin yang harus dipenuhi pasangan ideal di Pilgub Jabar 2018. Pertama, pasangan yang terbentuk harus memiliki basis massa yang berbeda dan saling mengisi.
Perbedaan basis massa harus dimiliki pasangan cagub cawagub karena luasnya wilayah Jawa Barat. Cagub cawagub yang terbentuk harus mewakili lebih dari 1 basis massa, misalnya basis perkotaan dan pedesaan, atau konfigurasi priangan-pantura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin kedua yaitu harus memenuhi perbedaan latar suku. Pasangan cagub cawagub yang terbentuk harus memperhatikan komposisi demografi.
"Data menununjukkan suku Sunda di Jawa Barat sangat dominan, hampir 74%, Jawa sekitar 11%, Betawi 5,33%. Sehingga cagub yang bukan berlatar belakang sunda misalnya, sebaiknya mencari pasangan yang belatar belakang Sunda. Begitu juga sebaliknya," ulas Haris.
Poin ketiga adalah cagub cawagub yang 'dikawinkan' haruslah memiliki komunikasi yang baik dengan legislatif. Cagub atau cawagub yang memiliki pasangan berlatar belakang legislatif, kata Haris, akan menjadi poin plus di mata pemilih.
"Jika gubernur adalah eksekutif, maka keberhasilan menjalankan janji dan visi misi membutuhkan kerja sama yang baik dengan legislatif atau DPRD Provinsi," ujar Wakil Ketua DPRD Jabar ini. (tor/fiq)











































