DetikNews
Minggu 13 Agustus 2017, 14:05 WIB

Pujian untuk Kesederhanaan Buya Syafii

Aditya Mardiastuti - detikNews
Pujian untuk Kesederhanaan Buya Syafii Buya Syafii naik KRL ke Istana Bogor (Foto: Dok. LSBO PP Muhammadiyah)
Jakarta - Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Syafii Maarif atau Buya Syafii kedapatan naik kereta rel listrik (KRL) saat hendak ke Istana Bogor. Pengamat sosial Benny Susetyo menyebut Buya Syafii sukses mencontohkan penghayatan Pancasila.

"Menghayati Pancasila itu ya seperti Buya. Keteladanan Buya hidup sederhana, tidak minta fasilitas saat ke Istana Bogor, memperjuangkan kepentingan bangsa," kata Benny saat berbincang melalui telepon, Minggu (13/8/2017).

Benny juga mengunggah foto Buya saat berada di dalam kereta pada akun Twitternya. Benny mengatakan Buya memang kerap menggunakan fasilitas publik.

"Modelnya Buya memang seperti itu, di Jogja Asean Youth Day dengan uskup-uskup kemarin nyetir sendiri, tidak mau ngerepotin. Buya punya perhatian terhadap nasib bangsa ini, Buya yang sepuh aja ke Istana naik kereta, dia berangkat pagi-pagi saat masih gelap," ujarnya.


Buya Syafii saat menunggu KRL tujuan BogorBuya Syafii saat menunggu KRL tujuan Bogor Foto: Dok. LSBO PP Muhammadiyah


Saat itu, Benny juga mendengar bahwa Buya memang tak mau dijemput. Alasan Benny mengunggah foto di akun Twitter untuk menunjukkan jika ada tokoh yang benar-benar menghayati Pancasila.

"Buya tidak mau dijemput, tidak mau mendapat fasilitas, itu yang disebut keteladanan. Ketika saya cuitkan di Twitter saya ingin menunjukkan banyak lho orang-orang yang menghayati Pancasila," kata dia.

"Banyak orang bertanya bagaimana sih Pancasila dijalankan? Ya seperti Buya, tidak punya konflik kepentingan, tidak punya ambisi, tapi berbicara untuk bangsa dan negara, orang setua itu rela (berangkat) hanya untuk mengatakan komitmen kepada Pancasila," puji Benny.



Benny menyebut sikap Buya layak diteladani. Sebagai salah satu tim pengarah dewan UKP Pancasila sikap Buya benar-benar menunjukkan pengamalan terhadap Pancasila.

"Itulah yang kita maksud menghayati Pancasila dengan perbuatan bukan hanya ideologi yang hanya sekadar dihafal, bukan ideologi yang jadi alat kepuasan, bukan tapi jadi habitus bangsa cara berpikir, bernalar, bertindak bangsa dengan perbuatan. Maka kita mencoba membangun optimisme bangsa," ajaknya.

Cerita soal Buya naik KRL itu sebelumnya dibagikan Direktur Maarif Institute Muhammad Abdullah Darraz di laman Facebooknya, Sabtu (12/8). Dalam Facebooknya, Darraz juga mengunggah foto saat Buya duduk bersama penumpang lainnya di sebuah stasiun.

Di sisi lain, Sekretaris Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah Defy Indiyanto Budiarto mengatakan foto diambil oleh salah pengurus LSBO yang mendampingi Buya. Dia membenarkan cerita Darraz bahwa Buya naik KRL untuk menghadiri acara UKP Pancasila di Istana Bogor.

"Nah takut kejebak macet, Buya minta naik kereta. Nah dari stasiun Bogor Buya jalan kaki ke Istana Bogor," ujar Defi saat dikonfirmasi, Minggu (13/8).

Defi juga memuji Buya sebagai guru yang luar biasa sederhana. Dia menyebut gurunya sebagai sosok yang tidak mau merepotkan orang lain dan mudah bergaul,

"Bagi saya beliau itu tokoh/guru bangsa yang luar biasa. Lah wong di rumah saja tidak menggunakan asisten rumah tangga. Bergaul dengan siapapun dan tidak mau merepotkan orang," pujinya.



(ams/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed